Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Gebyar Muharram, UPZISNU di Sidoarjo Berbagi Paket Data

Gebyar Muharram, UPZISNU di Sidoarjo Berbagi Paket Data
Ketua UPZISNU Krian, Kabupaten Sidoarjo saat menyerahkan bantuan secara simbolis santunan berupa sejumlah uang kepada anak yatim, Sabtu (29/8). (Foto: Yuli Riyanto)
Ketua UPZISNU Krian, Kabupaten Sidoarjo saat menyerahkan bantuan secara simbolis santunan berupa sejumlah uang kepada anak yatim, Sabtu (29/8). (Foto: Yuli Riyanto)

Sidoarjo, NU Online

Unit Pengelola Zakat, Infak, Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dengan menggelar santunan anak yatim dan pembagian bantuan paket data internet santri. Acara dipusatkan di aula gedung Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU, Perumahan Krian Recency Blok AV No 1 Kelurahan Kemasan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (29/8).

 

Sekretaris MWCNU Krian, Muhaimin, memberikan apresiasi atas kegiatan bulan yang penuh berkah Muharram dengan santunan anak yatim dan pembagian data internet yang dilaksanakan UPZISNU Krian. 

 

"Kami mewakili pengurus harian MWCNU Krian berbahagia dan berterimakasih pada LAZISNU, salah satu lembaga di MWCNU Krian yang cukup aktif berkhidmah," tutur Muhaimin, yang telah dua periode mengemban amanah sebagai Sekretaris MWCNU Krian ini.

 

Lebih lanjut, Muhaimin menyampaikan bahwa MWCNU Krian Sidoarjo sudah memiliki usaha toko yang cukup representatif dan sudah beroperasional selama dua tahun, yakni Nusantara Mart (NU Mart). Toko ini berlokasi di Gedung MWCNU Krian lantai dasar, Jalan Imam Bonjol No 34 Krian.

 

Ia pun mengajak masyarakat untuk berbelanja di toko tersebut. "Sudah waktunya warga NU untuk rutin berbelanja di Toko NU Mart, dari NU untuk NU. Belanja mudah, murah, dan berkah," kata Muhaimin.

 

Sementara itu, Ketua UPZIS LAZISNU MWC Krian, H Moch Saichu, menjelaskan kegiatan rutin santunan anak yatim dan pembagian data internet kali ini diberikan kepada perwakilan dari 22 ranting NU se-Kecamatan Krian. Masing-masing ranting mendapatkan kuota untuk dua anak yatim. 

 

Namun, untuk mematuhi protokol kesehatan cegah Covid-19, anak yatim yang hadir diwakili salah seorang anak agar dapat menerapkan physical distancing. "Dan semua tamu undangan wajib memakai masker," jelasnya.

 

Selain itu, sebelum masuk ruangan, Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Krian, Fitrul Rosyidin memeriksa suhu badan dengan thermogun, meminta hadirin mencuci tangan pakai sabun, dan menyemprotkan hand sanitizer kepada semua tamu undangan. 

 

"Dengan tidak mengurangi khidmatnya gebyar Muharram ini, kami disiplin menerapkan protokol kesehatan," tegas pria yang juga Ketua Satgas Covid-19 MWCNU Krian tersebut.

 

Lebih jauh, H Moch Saichu, yang sehari-hari juga sebagai Pendamping Ahli (PA) Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kementerian Desa (Kemendes) Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT) di Kabupaten Sidoarjo, Bidang Kesehatan dan Pendidikan, mengungkapkan tujuan bantuan paket data internet.

 

"Bantuan paket data internet santri dalam gebyar muharram ini untuk mendukung pembelajaran daring bagi siswa dan santri selama masa pandemi Covid-19. Semoga ini bisa sedikit meringankan beban anak yatim dan santri dalam pembelajaran daring," ungkapnya.

 

Selanjutnya, pria tiga anak yang pernah menjabat Kepala Desa (Kades) Terungkulon, Kecamatan Krian tersebut menerangkan, bahkan sebelumnya UPZISNU Krian juga telah menyerahkan bantuan beasiswa kepada sejumlah siswa.

 

"Mulai tingkat RA/TK, MI/SD, MTs/SMP dan MA/SMA yang berasal dari keluarga kurang mampu, sebagai implementasi program peduli pendidikan. Begitu juga dengan program peduli kesehatan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19, telah diimplementasikan bersama Satgas Covid-19 MWCNU Krian," terangnya.
 

Di sisi lain, kepedulian UPZISNU Krian Sidoarjo dalam program penguatan kelembagaan, telah menyalurkan bantuan untuk mendukung dan melanjutkan pengurusan sertifikat wakaf NU melalui Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) MWCNU Krian.

 

"Aset NU berupa tanah baik yang belum atau sudah berdiri bangunan rumah ibadah atau lembaga pendidikan perlu kepastian hukum berupa sertifikat wakaf NU," ucapnya.

 

Dirinya berharap program kaleng Koin NU Peduli yang saat ini sudah berjalan di sejumlah ranting, kedepannya bisa maksimal. 

 

Kontributor: Yuli Riyanto

Editor: Kendi Setiawan
 

BNI Mobile