Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kader Muda NU Ini Raih Juara I Lomba Azan di Jepang

Kader Muda NU Ini Raih Juara I Lomba Azan di Jepang
Muhammad Vaisal (22) saat menunjukkan medali berkat keberhasilannya menjuarai lomba azan di Jepang. (Foto: dok. Times Indonesia)
Muhammad Vaisal (22) saat menunjukkan medali berkat keberhasilannya menjuarai lomba azan di Jepang. (Foto: dok. Times Indonesia)

Tokyo, NU Online

Memakai peci, baju batik Ikatan Pelajar NU dipadu sarung bermotif wayang, Muhammad Vaisal (22), melantunkan azan di sebuah masjid Jepang yang bernama Masjid Mihara.


Tenaga kerja Indonesia yang bekerja di salah satu perusahaan kapal di Jepang dan bertempat tinggal di Hiroshima ini merekam aksinya untuk mengikuti lomba azan yang diadakan Baraya Viking Japan (komunitas pendukung Persib Bandung di Jepang).


Dengan sedikit edit video yang ia lakukan, warga Dusun Sukorejo, Desa/Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang Jawa Timur ini terpilih sebagai juara 1 lomba online ini.

 

Awalnya ia mendapatkan informasi lomba dari media. Setelah itu, terbersit keinginannya untuk ikut sekaligus mensyiarkan Islam di Negeri Sakura melalui lantunan azan.


”Tujuan ikut lomba sebenarnya untuk mengumandangkan azan di Jepang,” terangnya dikutip dari laman Times Indonesia, Rabu (2/9).


Baginya mengumandangkan azan bukanlah hal yang asing. Sejak kecil ia sudah sering belajar azan dan beberapa kali mengumandangkan azan di masjid ataupun mushala. Pada waktu duduk di bangku SMP, dirinya juga belajar azan di TPQ. 


”Dulu belajar sendiri dan pernah memberanikan diri azan di masjid. Saya mulai belajar di TPQ desa dengan Ibu Ustadzah Nur Kholifah. Beliau yang terus membimbing dan mengarahkan saya sejak kecil ketika belajar di TPQ," ungkapnya mengenang guru yang berjasa dalam hidupnya.


Pemenang lomba yang digelar dalam rangka Hari Raya Idul Adha bagi umat Islam di Jepang ini diambil dari like 50 persen dan dewan juri 50 persen. Banyak peserta yang totalitas mengikuti lomba dengan persiapan dan editing video yang bagus. 


Anak muda kelahiran 7 Mei 1998 dari pasangan Soleh Suwarno dan Sukatun ini sangat bersyukur bisa memenangi kegiatan yang juga melombakan cabang lain seperti Qira’ah dan kaligrafi.


“Alhamdulillah bersyukur dimanapun berada bisa jadi orang yang bermanfaat,” katanya terkait prestasi lomba yang diselenggarakan dari 12-22 Agustus 2020.


Vaisal ingin lomba seperti ini terus dilakukan khususnya oleh umat Islam Indonesia di luar negeri.  Selain sebagai syiar Islam, kegiatan seperti ini juga bisa memotivasi orang lain untuk lebih dalam mempelajari Islam. Tidak hanya di Jepang, melainkan di negara-negara lain. 


”Karena banyak mualaf yang awalnya mendengar kalimat thoyibah seperti ini,” pungkasnya.


Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Fathoni Ahmad

BNI Mobile