Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

NU Jateng Harap Pilkada Jangan Sampai Ganggu Realisasi Program Kerja NU

NU Jateng Harap Pilkada Jangan Sampai Ganggu Realisasi Program Kerja NU
Rais PWNU Jateng, KH Ubaidullah Shodaqoh (Foto: Istimewa)
Rais PWNU Jateng, KH Ubaidullah Shodaqoh (Foto: Istimewa)

 Semarang, NU Online

Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh mengingatkan kepada pengurus NU di semua tingkatan agar tetap menjaga komitmennya dalam merealisasikan program kerja yang diamanatkan konferensi di tengah berlangsungnya tahapan-tahapan pesta demokrasi 2020.

 

"Sebentar lagi tepatnya 9 Desember mendatang di 21 kabupaten/kota di Jateng  akan diselenggarakan pilkada, kami berharap pimpinan NU tetap menjaga  jamiyah NU agar tidak terimbas limbah politik praktis dari arena pesta demokrasi itu," kata kiai Ubed di Semarang, Rabu (2/9).

 

Peringatan itu disampaikan kiai Ubed saat menyampaikan pengarahan dalam rapat koordinasi dan konsolidasi program kerja PWNU Jateng dengan PCNU se-eks Karesidenan Semarang di Kantor PCNU Kota Semarang.

 

Dikatakan, dalam pesta demokrasi itu dipastikan terjadi mobilisasi dukungan suara yang melibatkan pemilih dan di dalamnya terdapat nahdliyin. Di sinilah peran penting pimpinan NU terutama cabang, MWCNU, dan Ranting NU agar menjaga kekompakan warga NU.

 

"Terutama dalam menjalankan amanat organisasi di tengah pusaran persaingan antarkontestan pilkada," ucapnya.

 

Dalam proses kontestasi pilkada itu lanjutnya, kalau muncul perbedaan pilihan  sesama warga dan pimpinan NU hendaknya disikapi dengan kepala dingin, tidak perlu perbedaan itu ditarik ke dalam ranah NU.

 

Disampaikan, hal ini ditempuh semata untuk menjaga kekompakan NU agar program kerja yang menjadi amanatkan nahdliyin saat konferensi bisa dijalankan dengan baik, tidak terganggu hiruk pikuknya pesta demokrasi.

 

"Adanya perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi ini merupakan sebuah keniscayaan yang tidak  perlu dihindari, alias suara warga NU dipaksakan untuk dikonsentrasikan ke salah satu kontestan," tegasnya.

 

Belajar dari pengalaman selama ini ujarnya, siapapun kepala daerahnya, orang NU atau yang lain tidak begitu berpengaruh terhadap NU jika nahdliyin solid. Kunci eksis atau tidaknya NU sangat tergantung pada soliditas internal NU itu sendiri,bukan pihak eksternal.

 

"Karena itulah melalui rakor ini diharapkan akan menyegarkan kembali dan meningkatkan spirit Nahdliyin dalam menjalankan organisasi dan merealisasikan  program kerja, sehingga adanya pilkada tidak sampai mengganggu jalannya aktivitas organisasi," bebernya.

 

Ketua PWNU Jateng H Muhammad Muzamil mengatakan, peringatan Rais PWNU Jateng itu hendaknya dijadikan pegangan untuk saling mengingatkan pentingnya komitmen organisasi bagi para pimpinan NU di Jateng terutama yang di daerahnya sedang ada agenda pilkada.

 

"Kita sudah terbiasa mengikuti proses pilkada atau pesta demokrasi. Jadi perbedaan pilihan jangan dijadikan pemicu kita semua warga NU tidak kompak. Kalau kita ingat nawaitu kenapa ber-NU pasti tidak sulit memenuhi nasehat Rais Syuriyah itu," pungkasnya.

 

Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile