Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

KH Abdul Manan: Trilogi Ukhuwah Perekat Persaudaraan Lintas Sosial

KH Abdul Manan:  Trilogi Ukhuwah Perekat Persaudaraan Lintas Sosial
Suasana pelantikan Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Brebes, Jawa Tengah di Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah (Foto: NU Online/Wasdiun)
Suasana pelantikan Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Brebes, Jawa Tengah di Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah (Foto: NU Online/Wasdiun)

Brebes. NU Online
Trilogi Ukhuwah, harus menjadi pedoman komunikasi dalam menapaki roda organisasi agar bisa berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Trilogi ukhuwah yang dimaksud yakni ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah  basyariyah


"Laksanakan trilogi ukhuwah agar dapat mewujudkan persatuan atau persaudaraan," kata Ketua PBNU KH Abdul Manan A Ghani saat melantik Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Brebes, Jawa Tengah di Pondok Pesantren  Al Hikmah 1 Benda, Sirampog, Brebes, Ahad (6/9).


Menurutnya, trilogi ukhuwah itu merupakan lem perekat persaudaraan antar manusia lintas sosial meskipun berbeda-beda latar belakang suku, bangsa dan bahkan agamanya. Ukhuwah islamiyah, katanya,  sesama muslim itu bersaudara, seperti satu bangunan atau satu tubuh yang satu bagian dengan bagian lainnya saling membantu dan menguatkan.


"Ukhuwah sesama muslim itu seperti satu tubuh atau kal jasadil wahid," tegas Kiai Manan.


Selanjutnya, ukhuwah wathaniyah adalah persaudaraan sebangsa setanah air. Yaitu persaudaraan  karena sama-sama warga negara Indonesia. Dan yang terakhir  adalah ukhuwah basyariyah, yakni persaudaraan karena diikat oleh status sebagai sesama manusia.


"Sesama warga Indonesia harus saling rukun, itu karena  ukhuwah wathaniyah. Dan dan juga kerukunan sesama manusia perlu dijaga karena ukhuwah basyariyah," pesan Kiai Manan.


Di bagian lain, Kiai Manan juga mengingatkan pentingnya pengurus untuk menjalankan tugasnya setelah dilantik, yakni mengurus NU dan jamaahnya di segala level kepengurusan .


"Ngapain jadi pengurus kalau tidak ngapa-ngapain," ujarnya saat menyampaikan arahan.


PCNU masa khidmah 2020-2025 tersebut merupakan hasil Konferensi Cabang Luar Biasa (KLB) PCNU Brebes pada Desember 2019. Dalam KLB tersebut, terpilih KH Khusnan Zein dan KH Moch. Nasrudin  sebagai Rais Syuriyah  dan Ketua Tanfidziyah PCNU Brebes.


Sebelum pelantikan, para pengurus NU Brebes tersebut telah menjalani proses Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) di Brebes selama dua hari.
 

Acara pelantikan tersebut cukup hikmah. Selain dihadiri oleh para kiai dan tokoh masyarakat setempat, juga turut hadir  pejabat teras di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Brebes.


Pewarta:  Wasidun
Editor: Aryudi AR

 

BNI Mobile