Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Pesantren Asuhan Putri Mbah Wahab Chasbullah Siap Sambut Santri bersama Enesis

Pesantren Asuhan Putri Mbah Wahab Chasbullah Siap Sambut Santri bersama Enesis
Bantuan tersebut agar bisa meringankan pesantren untuk melakukan pencegahan terhadap virus dan DBD. Para santri juga bisa mengaji dengan tenang dan nyaman. (Foto: Dok Istimeewa)
Bantuan tersebut agar bisa meringankan pesantren untuk melakukan pencegahan terhadap virus dan DBD. Para santri juga bisa mengaji dengan tenang dan nyaman. (Foto: Dok Istimeewa)

Jombang, NU Online

Pandemi Covid-19 di Jawa Timur masih menjadi perhatian serius Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, terutama di pondok pesantren. Bersama PT Sari Enesis Indah, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Jatim, menyerahkan bantuan di Pesantren Lathifiyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas. Pesantren ini adalah asuhan Nyai Hj Mundjidah Wahab putri pendiri NU Almaghfurlah KH Wahab Chasbullah.

 

Bantuan berupa aromatheraphy Plossa dan Soffell lotion antinyamuk. Diharapkan bantuan tersebut bisa membantu mencegah penyebaran virus dan demam berdarah dengue (DBD). Penyerahan bantuan diterima langsung oleh perwakilan pengasuh Lathifiyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Nyai Hj Eli Lailatun Nikmah, Rabu (9/9).

 

Ketua PW LPBI NU Jatim, Saiful Amin mengatakan, bantuan ini sengaja diberikan kepada pondok-pondok pesantren yang saat ini mulai melakukan aktivitas kembali.

 

"Antisipasi pencegahan penyebaran virus Covid-19 memang sudah dilakukan pihak pondok. Nah untuk memperkuat pencegahan, kita berikan bantuan Plossa aromatherapi untuk memperkuat pencegahan virus di pesantren," kata Saiful usai menyerahkan bantuan didampingi Padmonobo, Area Sales Distribusi Head (ASDH) Jombang.

 

Amin menjelaskan, pemberian bantuan ini akan terus berlanjut di sejumlah Ponpes di Jawa Timur. Dengan penyegahan ini, lanjut Amin, diharapkan para santri maupun ustadz bisa lebih sehat dalam menjalankan aktivitasnya mengaji. “Insyaallah, bantuan ini bisa meringankan pesantren untuk melakukan pencegahan terhadap virus dan DBD. Para santri juga bisa mengaji dengan tenang dan nyaman," terang Amin.

 

Di tempat yang sama, Padmonobo, Area Sales Distribusi Head (ASDH) Jombang menyampaikan, Plossa inhaler ini salah satu penyegah penyebaran virus. Penggunaannya cukup dioleskan di kain masker, sehingga bisa membuat saluran pernafasan lebih plong. "Kalau kita pakai masker terlalu lama terkadang suka sesak. Namun, dengan diolesi Plossa dengan kandungan menthol, Insyaallah nafas kita bisa lega, dan terhidar dari virus," katanya.

 

Tidak hanya itu, ihaknya juga menyiapkan lotion anti nyamuk Soffell, yang juga disalurkan ke pesantren-pesantren guna menyegah penyakit DBD.

 

"Semua ini bagian dari program CSR kami," ujar Padmonobo didampingi Brand Activity Executive (BAE) East Java PT Sari Enesis Indah, Minggus Hadinata.

 

Sementara itu, perwakilan Pengasuh Lathifiyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Nyai Hj Eli Lailatun Nikmah menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dari PW LPBI NU Jatim, yang memilih Lathifiyah 2 untuk menyalurkan bantuan. Menurutnya, bantuan seperti ini sangat dibutuhkan pesantren yang kini baru aktif kembali setelah libur panjang karena pandemi Covid-19.  

 

"Terima kasih LPBI NU Jatim dan Enesis, semoga bermanfaat untuk para ustdazah dan santri sehingga terhindar dari virus," kata Neng Eli sapaan akrabnya.

 

Putri dari Bupati Jombang Nyai Hj Mundjidah Wahab ini mengungkapkan, pesantren yang diasuhnya merupakan salah satu Pesantren Tangguh di Jombang. Karenanya protokol kesehatan di pondok diberlakukan cukup ketat. Bahkan para santri yang baru datang ke pondok, langsung diberlkukan karantina di ruangan tertentu sebelum menempati kamar pondok. 

 

"Ketika santri balik ke pondok baik yang lama maupun yang baru wajib menjalani karantina mandiri," katanya.

 

Sedangkan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, pihaknya mewajibkan para santri memakai masker dan memperhatikan protokol kesehatan lainnya. "Di setiap ruangan, pintu masuk pondok dan tempat mengaji, kita siapkan hand sanitizer. Dengan begitu mereka bisa mengaji dengan tenang dan konsentrasi. Di samping kesehatan mereka juga terjaga," kata Ning Eli.

 

Selain protokol kesehatan, lanjut Ning Eli, pihaknya juga memperhatikan instruksi dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Jombang dan imbauan dari PWNU Jatim. "Apa yang diinstruksikan Pemkab dan PWNU Jatim selalu kita perhatikan. Karena semua itu untuk mencegah penyebaran Covid-19 di pesantren," pungkasnya.

 

Editor: Kendi Setiawan

BNI Mobile