Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Peringatan Hari Santri Harus Dirayakan Meski dalam Suasana Pandemi Covid-19

Peringatan Hari Santri Harus Dirayakan Meski dalam Suasana Pandemi Covid-19
Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kemenag Jateng Nur Abadi (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kemenag Jateng Nur Abadi (Foto: NU Online/Samsul Huda)

Demak,  NU Online

Nahdliyin harus merayakan peringatan Hari Santri tahun 2020 kendati badai  Covid-19 masih belum reda dan menghambat berbagai aktivitas masyarakat.

 

Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Demak, Jawa Tengah KH Muhammad Ajib mengatakan, kebijakan protokol kesehatan yang disiapkan untuk mencegah perluasan Covid-19 hingga kini memang membatasi aktivitas masyarakat pesantren dan nahdliyin.

 

"Namun hal ini jangan sampai mengendurkan semangat nahdliyin khususnya santri dalam merayakan Hari Santri 2020. Berbagai cara perlu ditempuh agar momentum ini tidak  terlewatkan dengan sia-sia," kata Kiai Ajib kepada NU Online di Demak, Kamis (10/9).

 

Dikatakan, nahdliyin khususnya masyarakat pesantren Demak harus tetap dan dapat memanfaatkan momentum hari santri 2020 untuk membangkitkan semangat santri dalam berkhidmah kepada bangsa dan meningkatkan semangat pembelajarannya.

 

"Protokol kesehatan memang tidak memungkinkan masyarakat pesantren dapat menggelar kegiatan yang dihadiri massa dalam jumlah besar karena harus mematuhi physical dan social distance," jelasnya.

 

Dia menambahkan, hal itu bisa disiasati dengan menggelar berbagai kegiatan khas santri tanpa harus menciptakan kerumunan massa, misalnya lomba baca kitab kuning secara virtual, lomba kaligrafi, dan sebagainya.

 

"Gagasan ini akan disampaikan kepada pimpinan NU di Demak khususnya RMINU agar segera menyiapkan berbagai rencana kegiatan Hari Santri 2020 yang aktualisasinya tidak menabrak rambu-rambu protokol kesehatan dan keamanan," tegasnya.

 

"Rencana kegiatan yang jauh-jauh hari sudah disiapkan sebelum pandemi harus dimodifikasi, disesuaikan dengan suasana pandemi yang saat ini masih melanda daerah kita," tuturnya.

 

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kemenag Jateng Nur Abadi mengatakan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi dan arahan dari Menteri Agama tentang agenda Hari Santri 2020 di Jateng.

 

"Kami belum bisa menyampaikan informasi terkait dengan hal-hal pelaksanaan Hari Santri 2020 di daerah. Memang masyarakat pesantren di Jateng ada yang menanyakan tentang kesiapan Kemenag dalam menyambut Hari Santri tahun ini," ungkapnya.

 

"Secara swadaya dan mandiri saat ini masyarakat sudah ada yang bersiap-siap untuk menyelenggarakan kegiatan Hari Santri, kami hanya menyarankan agar kegiatan yang dilaksanakan tetap dalam koridor mematuhi protokol kesehatan, jangan sampai memunculkan klaster baru," pungkasnya.

 

Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile