Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Forum Daiyah Fatayat NU Jabar Maksimalkan Peran Dakwah Perempuan

Forum Daiyah Fatayat NU Jabar Maksimalkan Peran Dakwah Perempuan
Pembentukan Fordaf di seluruh kabupaten dan kota di wilayah Jawa Barat menjadi salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan pengurus. (Foto: Istimewa)
Pembentukan Fordaf di seluruh kabupaten dan kota di wilayah Jawa Barat menjadi salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan pengurus. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online

Tak lagi bisa dipungkiri, peran perempuan dalam dakwah Islam sangatlah penting. Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) Nahdlatul Ulama Jawa Barat berupaya untuk memaksimalkan peran kader-kadernya dalam menyampaikan dakwah Islam rahmatan lil alamin.

 

Yenni Ainul Widad, Ketua Fordaf Jabar mengatakan pembentukan Fordaf di seluruh kabupaten dan kota di wilayah Jawa Barat menjadi salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan pengurus. Hal itu menurut dia penting guna memaksimalkan dakwah perempuan menjangkau ke seluruh daerah.

 

"Pembentukan Fordaf di seluruh kabupaten kota di Jabar agar dakwah Islam ahlussunnah wal jamaah bisa menjangkau seluruh daerah," kata Yenni Ainul Widad, Ketua Fordaf Jabar, kepada NU Online pada Senin (14/9).

 

Para daiyah ini juga perlu dibekali dengan pengetahuan yang lebih lengkap lagi mengenai dunia dakwahnya. Karenanya, kepengurusan Fordaf yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu itu akan memberikan pelatihan kepada mereka agar dakwahnya sampai di hati masyarakat sehingga terwujud dalam laku mereka.

 

"Tentu saja untuk memaksimalkan peran mereka harus didukung dengan pemberdayaan yang cukup sehingga pelatihan guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan menyampaikan nilai-nilai Islam moderat menjadi satu hal yang mesti dilakukan," katanya.

 

Pasalnya, lanjut Yenni, tantangan dakwah bukan saja memahami konteks lingkungan jamaah. Lebih dari itu, jamaah saat ini sudah tidak terbatas pada garis geografis karena adanya teknologi komunikasi yang terus berkembang setiap harinya. Menurutnya, perempuan pendakwah juga harus adaptif dengan perkembangan teknologi ini supaya nilai-nilai Islam yang diyakini dapat tersampaikan dengan lebih mudah ke masyarakat, khususnya mereka saat ini yang merupakan native digital.

 

"Kita akan kemas metode dakwah secara kekinian dengan bentuk konten-konten medsos yang menarik dengan isi mengenai keaswajaan, fiqih wanita, dan ilmu qiroatul qur'an serta semaan Al-Qur'an bersama Ikatan Hafidzoh Fatayat," ujarnya.

 

Yenni menjelaskan, hal tersebut bakal terwujud dengan program-program dakwah daring, seperti (1) Ngaderes Kitab Kuning (Dering), (2) Kajian Fikih Wanita (Kita), (3) Taushiyah Lima Menit (Ta'lim), (4) Semaan Al-Qur’an (Saman), dan (5) Ilmu Qiro'atul Qur'an (Iqro). Kegiatan tersebut akan disiarkan melalui media-media Fatayat NU Jawa Barat.

 

Hal lain yang menjadi sorotan Fordaf adalah perihal radikalisme yang masih tinggi di Jawa Barat. Daiyah Fatayat akan masuk melalui keluarga guna membentuk karakter nasionalisme dan humanisme pada diri mereka.

 

"Untuk pencegahan paparan radikalisme, kita juga punya program dakwah berbasis keluarga, tujuannya membentuk karakter anak bangsa agar memiliki jiwa nasionalisme dan berakhlakul karimah," pungkas dewan pengasuh Pondok Pesantren Nadwatul Ummah, Buntet Pesantren, Cirebon itu.

 

Pewarta: Syakir NF
Editor: Kendi Setiawan

BNI Mobile