Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

PCNU Ketapang: Saya Bangga Banser Banyak Peminatnya Meski Sering Difitnah

PCNU Ketapang: Saya Bangga Banser Banyak Peminatnya Meski Sering Difitnah
Kegiatan DTD dan Diklatsar Banser Ketapang, Kalimantan Barat (Foto: Dokumen Ansor)
Kegiatan DTD dan Diklatsar Banser Ketapang, Kalimantan Barat (Foto: Dokumen Ansor)

Ketapang, NU Online

Kabar tidak jelas yang menyudutkan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) memang kuat di era media sosial ini tak menyurutkan langkah generasi muda NU di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat masuk jadi anggota Banser. 

 

Salah satu buktinya gerakan pengkaderan yang terus digencarkan di seluruh Indonesia. Salah satunya yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sungai Melayu Rayak (SMR), Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

 

"Di saat Ansor dan Banser mendapat cacian dan makian bahkan fitnahan, bersamaan itu pula semakin banyak yang berminat masuk di organisasi Banom NU ini," kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ketapang H Satuki Huddin.

 

Hal itu disampaikan dalam pembukaan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser dan Detasemen Wanita Serbaguna (Denwatser), Jumat (11/9).

 

Satuki menyatakan, menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari (11-13/9) di Pesantren Hidayatul Muhajirin Jl Tanjung Pura RT 5 RW 2. Ds Sungai Melayu Baru, Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang.

 

"Saya yakin, bahwa kalian masuk di Banser ini tidak ada yang memaksa dan kalian juga tidak merasa terpaksa," tuturnya.

 

Wakil Ketua PW GP Ansor Kalimantan Barat Suryadi menyatakan, menjadi Ansor dan Banser di era digital benar-benar akan menguji kesabaran. Bagaimana tidak, kata Suryadi, pastinya bulian, fitnah, cacian, dan nyinyiran akan terus dilakukan oleh mereka yang tidak senang dengan keberadaan dan manfaat NU bagi masyarakat, agama dan bangsa.

 

“Mari kita sama-sama jaga kekompakan seluruh kader dan senior Ansor maupun Banser di Kabupaten Ketapang,” Pintanya.

 

Suryadi juga meminta kepada seluruh peserta DTD untuk tetap mematuhi aturan protokol kesehehatan dan aturan pelatihan yang berlaku. Sebab, Diklat perdana tersebut dilaksanakan di masa pandemi Covid-19. 

 

"Harapan saya, Diklat ini akan menjadi rujukan dan teladan bagi kegiatan DTD selanjutnya di daerah luar Kalimantan Barat," pungkasnya. 

 

Ketua PC GP Ansor Ketapang Abdul Ghofar mengingatkan kepada jajaran serta seluruh peserta agar dapat memahami dengan baik bahwa tujuan keikutsertaan dalam perkaderan di Ansor dan Banser ini adalah untuk mengabdi di NU, menjaga para ulama NU, dan bangsa ini dari berbagai usaha yang berpotensi merusak dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

 

“Ansor dan Banser harus bekerjasama menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Selalu melindungi para ulama, menjaga NKRI. Sebagai anggota baru harus memahami tugas Ansor dan Banser sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Organisasi, Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga Ansor,” tegas Ghofar.

 

Ketua Panitia Samroji kepada NU Online, Senin (14/9) menjelaskan, selain karena DTD yang baru pertama kali diselenggarakan, Diklat kali juga dihelat di masa pandemi Covid-19. 

 

“Meski Kecamatan Sungai Melayu Rayak zona hijau. Kami dari jajaran kepanitiaan dan kepengurusan PAC sangat menekan dengan keras kepada seluruh peserta, jajaran pengurus maupun tamu undangan agar tetap menggunakan masker dalam pelaksanaan kegiatan sebagai upaya antisipasi dari merebaknya virus Corona," kata Samroji.

 

Komitmen jajaran PAC GP Ansor SMR lanjutnya, mematuhi aturan protokol kesehatan di era new normal. Dengan demikian, panitia pelaksana menyediakan fasilitas protokol kesehatan berupa masker, hand sanitizer, sabun cuci tangan bagi 33 orang calon anggota Banser dan 7 orang calon Denwatser, maupun panitia. 

 

"Semua ruang yang digunakan juga disemprot disenfektan," terangnya.

 

Dijelaskan, DTD digelar dengan pendampingan langsung oleh jajaran Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Ketapang dengan peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ketapang. 

 

"Antusias kader untuk menjadi Banser cukup tinggi, dan mendapatkan perhatian dari pimpinan cabang maupun PCNU," ucap Samroji.

 

Disebutkan, pembukaan kegiatan DTD dihadiri Mustasyar PCNU Kabupaten Ketapang H Farhan, Wakil Rais KH Abdullah Al-Faqir dan KH Nakhrawi Sabiq, Ketua PCNU H Satuki Huddin, Wakil Ketua PCNU HM Syafi’ie Huddin, dan Sekretaris PCNU H Muhammad Zulkarnain. 

 

Sedangkan dari jajaran GP Ansor, hadir Wakil Ketua PW GP Ansor Kalimantan Barat Suryadi bersama empat orang pelatih dan instruktur dari Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Kalimantan Barat.

 

Bahkan, Camat Sungai Melayu Rayak, Polsek, Kepala Desa Sungai Melayu Baru, dan Ketua Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Sungai Melayu Rayak dan perwakilan Kecamatan Sandai berserta seluruh tokoh agama dan masyarakat Kecamatan Sungai Melayu Rayak tampak hadir. 

 

Kontributor: Ahmad Rifqi Hidayat
Editor: Abdul Muiz


 

BNI Mobile