Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kiai Ma’ruf Sebut NU Didirikan untuk Kepentingan Global

Kiai Ma’ruf Sebut NU Didirikan untuk Kepentingan Global
Mustasyar PBNU sekaligus Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin. (Foto: NU Online)
Mustasyar PBNU sekaligus Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin. (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online
Hadlaratussyekh KH Hasyim Asy’ari telah menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan jamiyyah atau organisasi perubahan dan perbaikan. Hal ini memiliki makna bahwa paradigma NU selain merawat tradisi serta melakukan transformasi, juga melakukan perubahan dan inovasi ke arah yang lebih baik secara berkelanjutan. Perubahan ini menyangkut aspek keagamaan atau pun aspek kemasyarakatan.


Perubahan yang dilakukan NU juga bukan hanya bersifat nasional saja, namun juga bersifat internasional atau global. Ini sesuai dengan tujuan pertama kali NU didirikan yakni bukan hanya bersifat nasional, namun untuk kepentingan internasional. Isyarat ini sudah tersirat dari lambang NU yang tertulis menggunakan bahasa Arab ‘Nahdlatul Ulama’ dan gambar bola dunia.


“(Huruf) Dlat-nya itu memanjang melewati dunia. NU itu dilambangkan dengan ‘dlat’. NU harus men-dlat-kan dunia, meng-NU-kan dunia. Saat ini NU sudah dikenal di dunia secara global,” kata Mustasyar PBNU sekaligus Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin saat berbicara pada webinar internasional antar Rais Syuriyah PCINU Dunia bertema  Diplomasi Santri dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia, Selasa (15/9).


Semangat meng-NU-kan dunia ini menurut Kiai Ma’ruf selaras dengan semangat menyongsong 1 Abad NU, di mana 100 tahun pertama ini NU banyak berkiprah di dalam negeri. Untuk selanjutnya di 100 tahun kedua, NU diharapkan mampu berkiprah di dunia global. Karena menurut Wapres, setiap 100 tahun akan ada orang-orang yang muncul melakukan perbaikan-perbaikan.


Di antara andil NU dalam kancah kehidupan global ini dilakukan dengan menguatkan prinsip ukhuwah yang dimiliki NU dalam menyelesaikan konflik-konflik dan kesulitan ekonomi akibat resesi yang terjadi di dunia. Prinsip ukhuwah tersebut meliputi ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, dan Insaniyah.


Oleh karenanya, Wapres berharap melalui webinar tersebut muncul ide-ide cemerlang dan konsep-konsep strategis yang mampu memberi sumbangan NU kepada kehidupan dunia.


Hadir pada webinar yang diinisiasi oleh Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Malaysia ini Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan para Rais Syuriyah PCINU Dunia di antaranya dari Mesir KH Muhlason, Brunai Darussalaam  Achmad Dhofir, Maroko Gus M Elvin Fajri R, Hongkong Nur Rohman, Korea Selatan Gus Ulin Huda Al-Amin, dan Malaysia Mahbub Ali.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Aryudi AR

BNI Mobile