Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Konbes GP Ansor Rekomendasikan Penanganan Covid-19

Konbes GP Ansor Rekomendasikan Penanganan Covid-19
Berdasarkan situasi yang masih serba tak menentu itu, GP Ansor menyampaikan enam rekomendasi kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia. (Foto: Istimewa)
Berdasarkan situasi yang masih serba tak menentu itu, GP Ansor menyampaikan enam rekomendasi kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor telah usai menggelar Konferensi Besar (Konbes) ke-23 di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Konbes yang dilaksanakan selama tiga hari, Jumat-Ahad, 18-20 September 2020 menghasilkan beberapa rekomendasi.

 

Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan bahwa rekomendasi Konbes Ansor ini berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang telah mengubah kehidupan sosial-ekonomi masyarakat dalam enam bulan terakhir. 

 

“Pandemi belum terlihat kapan akan berakhir dan masih terus mencatatkan penambahan kasus baru. Seluruh dunia berharap segera ditemukan vaksin sehingga mobilitas sosial ekonomi kembali dapat dipulihkan,” ungkap Gus Yaqut, Ahad (20/9).

 

Berdasarkan situasi yang masih serba tak menentu itu, GP Ansor menyampaikan enam rekomendasi kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia.

 

Pertama, pandemi Covid-19 merupakan krisis kesehatan sehingga semua pendekatan dan kebijakan harus dilakukan dengan menjadikan pertimbangan kesehatan sebagai prioritas utama.

 

“Kedua, belajar dari pengalaman negara lain yang telah berhasil membatasi penyebaran Covid-19, pengambil kebijakan harus terus mengevaluasi pendekatan yang dijalankan dengan mengadopsi praktik terbaik dari negara lain dan menyesuaikan dengan kearifan lokal,” kata Gus Yaqut.

 

Ketiga, dalam kondisi krisis kesehatan ini, semua keputusan yang diambil oleh para pemangku kebijakan, termasuk birokrasi dan aparat pemerintah, harus dilakukan secara cepat, efektif, dan efisien.

 

Keempat, untuk menanggulangi dampak pertumbuhan ekonomi yang negatif, pemerintah diharapkan Menyusun ulang prioritas, baik kebijakan maupun anggaran, untuk memastikan masyarakat terdampak tetap memiliki daya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

 

“Selain itu, program-program pembangunan diprioritaskan kepada pemberdayaan dan jaring pengaman ekonomi untuk masyarakat,” lanjut Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.

 

Kelima, para elit politik harus bergandengan tangan, saling menguatkan dan mengedepankan kemaslahatan bangsa dengan menghentikan rivalitas yang dapat berdampak pada perlambatan pengambilan keputusan dalam penanggulangan krisis Covid-19 sebagai musuh bersama.

 

Keenam, mengingat pembatasan mobilitas masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19, tidak hanya mengganggu kehidupan perekonomian tetapi juga kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, perlu dilakukan mitigasi dampak sosial dengan melibatkan para ahli dan pemimpin informal masyarakat.

 

“Untuk memastikan tidak muncul gejala keterasingan dan ketakutan/paranoid yang berlebihan dari sebagian rakyat kita,” tambah Gus Yaqut.

 

“Semoga dengan ikhtiar tanpa terputus dan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT, bangsa Indonesia bisa selamat melewati ujian yang berat akibat pandemi ini. Amin ya Rabbal ‘alamin,” pungkasnya.

 

Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Kendi Setiawan

BNI Mobile