Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

KH Achfas Zen, Mustasyar NU Kota Blitar Wafat

KH Achfas Zen, Mustasyar NU Kota Blitar Wafat
Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar, Jawa Timur, almarhum KH Achfas Zen. (Foto: Istimewa)
Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar, Jawa Timur, almarhum KH Achfas Zen. (Foto: Istimewa)
Blitar, NU Online 
Inna lilllahi wainna ilaihi raji’un, Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar, Jawa Timur, KH Achfas Zen wafat, Rabu (23/9) pagi. 
 
Almarhum wafat pada usia 77 tahun meninggalkan 6 anak dan 10 cucu. Kehilangan Kiai Achfas yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Putri Bustanul Muta’allimat, pesantren tua di kota Blitar adalah duka mendalam. Rasa kehilangan benar-benar dirasakan NU Kota Blitar, Nahdliyin, dan masyarakat pada umumnya.
 
Keponakan KH Achfas Zen, yang juga Pengurus Pondok Pesantren Putri Bustanul Muta’allimat, KH Abdul Majid menjelaskan bahwa almarhum hanya sekolah di Pergunu. Lokasinya di jalan Semeru Kepanjenkidul yang saat ini menjadi SDI Kota Blitar.
 
“Beliau pernah mondok di Pondok Pesantren Sidogiri Jawa Timur dan juga tekun berorganisasi,” terangnya. 
 
Tercatat pernah diamanahi sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tahun 70-an. Demikian pula sebagai Sekretaris PCNU Kabupaten serta Kota Blitar. Sekretaris Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten dan Kota Blitar, Ketua Takmir Masjid Agung Kota Blitar, serta Ketua Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kota Blitar dan kegiatan lain. 
 
“Karena memang almarhum hobinya organisasi, hingga menjadi pengurus Partai Persatuan Pembangunan atau PPP selama 19 tahun,” jelasnya.
 
KH Achfas Zen merupakan anak ke-2 dari 5 bersaudara yang lahir tahun 1943. Merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Mutaallimat ke-2, menggantikan sang ayah, KH Zainuddin. KH Achfas Zen pernah menjadi Hansip tahun 1964 di Gunung Kelud, hingga 2 tahun kemudian ada lahar.
 
“Orangnya tegas, prosedural, taat aturan, istikamah, dan suka berorganisasi,” ungkap ayah dua anak tersebut.
 
Sementara itu, Wali Kota Blitar, H Santoso saat diminta memberikan sambutan sebelum keberangkatan almarhum mengemukakan rasa kehilangan.
 
“Saya atas nama pribadi maupun Pemerintah Kota Blitar turut belasungkawa. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan keimanan dan keikhlasan, mudah-mudahan almarhum diberikan husnul khatimah,” tuturnya.
 
Wali Kota Blitar menjelaskan adanya tiga amalan yang pahalanya senantiasa mengalir meski sudah wafat.Dan hal itu adalah melekat pada sosok almarhum.
 
“KH Achfas Zen merupakan sosok yang mampu melakukan konfigurasi antara kiai, politisi, dan pejuang agama dan itu dibuktikan dengan keaktifan sebagai anggota DPRD kota Blitar dari fraksi PPP,” pungkas Santoso.
 
Pewarta: Ibnu Nawawi
Editor: Syamsul Arifin 
BNI Mobile