Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

KH Ma’ruf Amin Sebut 3 Tantangan Besar NU

KH Ma’ruf Amin Sebut 3 Tantangan Besar NU
Menurut Kiai Ma’ruf, inovasi menjadi kunci keberhasilan untuk memenangkan persaingan tersebut. (Foto: NU Online/Kendi Setiawan
Menurut Kiai Ma’ruf, inovasi menjadi kunci keberhasilan untuk memenangkan persaingan tersebut. (Foto: NU Online/Kendi Setiawan

Jakarta, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'ruf Amin menyebut bahwa ada tiga hal yang menjadi tantangan Nahdlatul Ulama seiring dengan perkembangan zaman yang penuh dengan persaingan. Dan, menurut Kiai Ma’ruf, inovasi menjadi kunci keberhasilan untuk memenangkan persaingan tersebut.

 

Tiga tantangan tersebut menurutnya yang pertama adalah penguasaan teknologi digital sebagai alat dakwah masa kini dan masa depan, misalnya dalam bentuk media sosial. Meskipun sistem dakwah melalui teknologi digital dapat menjadi alternatif dakwah konvensional, saat ini NU masih belum maksimal dalam menggunakan metode dakwah dengan teknologi digital. 

 

"Padahal, sistem ini lebih efektif karena memungkinkan masyarakat untuk menyimak dakwah kapan saja (anytime), di mana saja (anywhere), dan waktunya pun lebih fleksibel. Terutama untuk generasi milenial dan generasi Z," ungkapnya, Kamis (25/9).

 

Tantangan kedua adalah pentingnya membangun gerakan ekonomi warga NU, karena sektor ekonomi menurutnya belum optimal. 

 

"Selama ini yang dilakukan NU baru sebatas pertemuan-pertemuan (ijtima'at) dan keputusan-keputusanorganisatoris (qaraaraat) tentang pengembangan ekonomi. Tapi, keputusan-keputusan tersebut belum ditindaklanjuti secara program dan agenda yang lebih riil dalam bentuk gerakan ekonomi umat," katanya.
 

Sementara tantangan yang ketiga adalah pengembangan pendidikan baik diniyah maupun pendidikan umum. Dalam hal ini termasuk pengembangan pesantren dan pendidikan tinggi dalam rangka penguatan aqidah dan syariah dengan penguatan Lembaga Pendidikan NU sehingga mampu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, menguasai teknologi, dan inovatif. 

 

"Selain itu, diperlukan konsistensi dan kesungguhan para pengurus NU dengan membuat pusat-pusat inovasi (marakizul ishlah) dan juga harus menyiapkan para pelaku perubahan (rijaalul ishlah) yang siap menjalankan program inovasi," pesannya yang diungkapkan melalui akun Facebook pribadinya.

 

Hal ini juga ia sampaikannya saat menyampaikan sambutan pada  Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tahun 2020 yang digelar secara virtual, pada Rabu (23/9).

 

Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan

BNI Mobile