Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Rektor IAIN Surakarta Minta Mahasiswa Baru Jihad dengan Ilmu

Rektor IAIN Surakarta Minta Mahasiswa Baru Jihad dengan Ilmu
Kegiatan pembekalan mahasiswa baru di IAIN Surakarta tahun akademi 2020 (Foto: NU Online/Arin)
Kegiatan pembekalan mahasiswa baru di IAIN Surakarta tahun akademi 2020 (Foto: NU Online/Arin)

Sukoharjo, NU Online
Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Prof H Mudhofir meminta pada seluruh mahasiswa baru untuk membulatkan tekad menjadi mahasiswa IAIN Surakarta dan bersumpah untuk berjihad dan belajar ilmu seluas-luasnya. 

 

"Menjadi mahasiswa berarti memiliki kebebasan untuk memilih masa depan, Sebuah bekal yang akan membawa perubahan untuk menggantikan para pemimpin yang duduk hari ini," ucapnya. 

 

Hal itu disampaikan Rektor IAIN Surakarta dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada Kamis (24/09).

 

Lebih lanjutnya disampaikan, mahasiswa harus memiliki pandangan dunia yang elit dan strategis yang dipercaya oleh masyarakat untuk melakukan perubahan-perubahan, memimpin, dan menjadi agen perubahan di masyarakat.

 

"Bukan malah sebaliknya," tegasnya. 

 

Untuk itu sambungnya, mahasiswa baru harus dibekali wawasan keislaman yang ramah dan moderat sejak dini agar kelak menjadi mahasiswa moderat dalam beragama, berbangsa, dan berbudaya.

 

“Moderasi dalam beragama selalu mengambil jalan tengah, hal ini juga perlu diterapkan di IAIN Surakarta. Harus digali untuk merawat keberagaman dengan kearifan lokal yang dimilikinya,” ucapnya.

 

Ketua panitia PBAK IAIN Surakarta 2020 M Iskandar Dzulqurnain menjelaskan, ada 4.139 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan PBAK dengan 320 tim mentor pendamping yang 160 di antaranya melakukan mentoring secara daring dan sebagian yang lain secara luring di Graha IAIN Surakarta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

 

"Dalam kegiatan ini segenap panitia membekali mahasiswa baru dengan wawasan untuk menjadikan dirinya sebagai mahasiswa yang ideal dalam intelektual dan beragama," ungkapnya.

 

Disampaikan, pada hari kedua kegiatan diisi dengan pemamparan berbagai materi antara lain Keislaman, Keindonesiaan, dan Character Building serta mendatangkan pemateri baik dari dalam kampus maupun dari luar kampus seperti Gus Romzi Ahmad untuk mengisi materi tentang Character Building dan Ngatawi Al-Zastrouw yang mengisi materi tentang Keindonesiaan.

 

Kontributor: Gitta, Krisnia, Arindya
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile