Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ditunjuk sebagai Pj Ketua PWNU DKI, Samsul Ma’arif Kenang Sosok Saefullah

Ditunjuk sebagai Pj Ketua PWNU DKI, Samsul Ma’arif Kenang Sosok Saefullah
Pj Ketua PWNU DKI Jakarta, H Samsul Ma'arif. (Foto: Facebook Samsul Ma'arif)
Pj Ketua PWNU DKI Jakarta, H Samsul Ma'arif. (Foto: Facebook Samsul Ma'arif)

Jakarta, NU Online

H Samsul Ma’arif ditunjuk sebagai Pejabat (Pj) Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kekosongan jabatan, pasca wafatnya H Saifullah pada Rabu, 16 September 2020.


Penunjukkan H Samsul Ma’arif sebagai Pj Ketua PWNU DKI Jakarta itu dilakukan pada saat peringatan tujuh hari berpulangnya H Saefullah, di Gedung PWNU DKI Jakarta, pada Selasa (22/9). 


“Dalam satu bulan ini, kita akan membedah Sang Birokrat di era 5 gubernur ini. Jadi almarhum itu pernah menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) untuk 5 Gubernur. Pertama, almarhum itu diangkat oleh Pak Jokowi,” kata Samsul kepada NU Online, Jumat (25/9) malam.


Kedua, H Saefullah juga menjadi Sekda untuk Basuki Tjahaja Purnama. Ketiga, di era Plt Gubernur Sumarsono dari Kementerian Dalam Negeri. Keempat, Djarot Saiful Hidayat. Kelima, yakni saat ini adalah Gubernur Anies Baswedan.


“Jadi jarang sekali ada orang yang bisa menjadi Sekda di era 5 gubernur yang berbeda. Mudah-mudahan dari kelima itu, setidaknya ada tiga orang yang bersedia menjadi narasumber dialog. Mungkin nanti lewat daring. Ini sedang saya rancang,” jelas Samsul.


Selain itu, ia mengaku akan siap menjalankan tugas yang semula dimandatkan kepada almarhum. Seperti misalnya, yang terpenting adalah melakukan kaderisasi. PWNU DKI Jakarta sendiri hampir setiap bulan menyelenggarakan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU).


“Selain itu, jika Covid-19 ini sudah bisa dikendalikan, kami akan melanjutkan program yang pernah dijalankan almarhum yaitu bedah rumah bagi masyarakat Jakarta yang lemah ekonominya. Terutama diprioritaskan bagi warga dan pengurus NU,” ungkap Samsul.


“Dalam keadaan Covid-19 seperti ini, tidak memungkinkan untuk program itu dilanjutkan. Sejak Covid-19, memang program itu berhenti. Sekitar sudah ada 12 rumah yang bedah. Begitu Covid datang, program ini berhenti,” tambahnya.


Ia bersama Pengurus NU DKI Jakarta lainnya sangat merasakan kehilangan H Saefullah. Sesosok yang secara psikologi tidak pernah tampak wajah marah kepada bawahannya. Sosok yang penyabar, pendiam, dan tenang.


“Pak Saefullah juga teliti orangnya. Mungkin karena birokrat ya. Kalau kita ini orang NU dalam hal manajemen kadang-kadang suka berantakan. Tapi beliau sangat teliti,” kata Samsul.


Selain itu, kecintaan kepada agama dan tokoh agama H Saefullah ini dinilai sangat tinggi. Selama hidupnya, H Saefullah sangat menghargai tokoh-tokoh agama yang ada di Jakarta. 


“Beliau juga semangat dalam berkorban. Peninggalannya yang paling berharga adalah Kantor PWNU yang sekarang sudah sangat bagus, memiliki empat lantai. Ini peninggalan beliau yang sangat berharga,” pungkas Samsul Ma’arif.


Untuk diketahui, pada 16 September lalu H Saefullah dikabarkan wafat setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat untuk menjalani isolasi karena Covid-19. Saat ini, posisi ketua digantikan oleh H Samsul Ma’arif yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta.


Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Fathoni Ahmad

BNI Mobile