Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Selamat, Sehat, Produktif Jadi Kunci Keberhasilan Sarbumusi

Selamat, Sehat, Produktif Jadi Kunci Keberhasilan Sarbumusi
Menaker Ida Fauziyah berbicara pada sebuah acara di Jakarta. (Foto: Istimewa)
Menaker Ida Fauziyah berbicara pada sebuah acara di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) menyelenggarakan Gebyar Harlah ke-65 secara virtual, pada Jumat (25/9) malam. Pada kesempatan tersebut, hadir pula Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah. 

 

Saat memberikan sambutan, Ida menekankan agar Sarbumusi senantiasa mengedepankan tiga komponan dalam bekerja. Ketiga itu adalah selamat, sehat, dan produktif. Ia kemudian merincikan maksud dari tiga komponen itu tadi.

 

"Selamat artinya mendorong agar serikat buruh ini selalu bisa hidup dan menghidupkan organisasi serta anggotanya agar terus memberikan manfaat kepada sesama. Terutama kepada sistem ketenagakerjaan. Baik di tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional," jelas Ida.

 

Sedangkan sehat yang dimaksud oleh Menaker Ida itu berarti harus terus menekankan pada proses kerja yang dapat mendorong serikat buruh untuk selalu akuntabel dan dapat dipercaya. Dengan begitu, kata Ida, kepercayaan buruh kepada Sarbumusi akan semakin kuat. 

 

"Sementara produktif, artinya Sarbumusi dituntut untuk selalu memunculkan berbagai produk. Berupa gagasan, kerja, dan inovasi yang dapat menyumbang pada penciptaan situasi dan sistem ketenagakerjaan yang lebih baik, yang selaras dengan perubahan zaman," tutur Ida.

 

Produktivitas, kata Ida, harus menjadi top of mind dari semua anggotanya, dari struktur terkecil sampai struktur tertinggi.

 

Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) ini menyebutkan dari tiga hal tersebut, Ida yakin Sarbumusi akan memberikan nilai lebih pada sistem ketenagakerjaan nasional, regional, dan bahkan internasional.

 

"Pada akhirnya, akan semakin banyak buruh yang menjatuhkan pilihan untuk berserikat dan memperjuangkan gagasannya bersama Sarbumusi," kata Ida.

 

Kekuatan sosial

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa Sarbumusi merupakan kekuatan sosial yang berpengaruh di masyarakat, sehingga menjadi penentu arah perjalanan bangsa Indonesia ke depan.

 

"Konfederasi Sarbumusi ini sarat dengan keindonesiaan yang kuat. Kemudian Sarbumusi menjadi media dakwah dan konsolifasi bagi para pekerja muslim untuk menghadapi ideologi lain yang berpotensi untuk mengancam NKRI," jelas Airlangga.

 

Di usia ke-65 ini, ia mendorong agar Sarbumusi mampu merefleksikan keberadaan diri menjadi serikat buruh yang menjaga nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan selalu produktif dalam berkarya.

 

"Sarbumusi juga harus bisa membuktikan dan menunjukkan kepada seluruh rakyat Indonesia sebagai sebuah organisasi yang memberikan solusi, manfaat, dan kemaslahatan bagi para buruh," ucap Airlangga.

 

Ia berharap, Sarbumusi menjadi serikat buruh yang senantiasa mewakili, bebas, independen, dan rahmatan lil alamin. "Mudah-mudahan Sarbumusi terus memiliki tujuan untuk mewujudkan keindonesiaan yang adil, makmur, dan sejahtera," tegasnya.

 

Pada kesempatan tersebut, hadir pula secara virtual Presiden Konfederasi Sarbumusi H Syaiful Bahri Anshori. Selain itu hadir pula Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU H Robikin Emhas, Wakil Ketua DPR RI H Abdul Muhaimin Iskandar, dan Ketua MPR RI Jazilul Fawaid. 

 

Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Kendi Setiawan

BNI Mobile