Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Innalillahi, Ketua MWCNU Bandar Kedungmulyo Jombang Wafat

Innalillahi, Ketua MWCNU Bandar Kedungmulyo Jombang Wafat
Ketua MWCNU Bandar Kedungmulyo, Jombang, H Adnan Ubaid (66) meninggal dunia. (Foto: NU Online/Septy Yuanita)
Ketua MWCNU Bandar Kedungmulyo, Jombang, H Adnan Ubaid (66) meninggal dunia. (Foto: NU Online/Septy Yuanita)
Jombang, NU Online
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Berita duka datang dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bandar Kedungmulyo, Jombang, H Adnan Ubaid (66) meninggal dunia. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, Sabtu (26/9) pukul 08:40 WIB.
 
Almarhum meninggalkan satu istri dan satu anak yang telah berkeluarga. Sebelumnya, ia sempat dirawat di RSUD Jombang selama 25 hari karena memiliki riwayat penyakit sesak napas.
 
Hj Mualifah mengatakan, almarhum adalah sosok pemimpin yang bertanggung jawab dan pejuang keras. Ia juga memiliki karakter mandiri di dalam kehidupan sehari-harinya di lingkungan keluarga.
 
"Selama saya hidup bersama Abah, Abah adalah orang yang karakternya tidak mau merepotkan orang lain. Abah selalu mencuci dan menyetrika pakaiannya sendiri," ujar istri almarhum itu. 
 
Sikap almarhum kerap membuat ia sungkan, karena banyak pekerjaan rumah yang semestinya dilakukan dirinya sebagai istri, tetapi justru tidak mendapat 'jatah'.
 
"Ketika saya bertanya bagaimana dengan  ganjaran yang bisa saya dapatkan sebagai seorang istri jika tidak mencuci pakaian Abah. Kemudian Abah menjawab bahwa saya harus patuh pada perintah beliau, itu sudah bisa menjadi ganjaran bagi saya sebagai istrinya," katanya.
 
Mualifah menuturkan, dirinya banyak dibimbing almarhum dengan kasih sayang. Pun demikian saat mendidik anak, ia selalu menampakkan sebagai kepala rumah tangga yang bertanggung jawab.
 
"Ketika saya melakukan kesalahan beliau selalu menegur dan menghukum seketika itu, tetapi beliau juga orang yang sangat penyayang," ungkapnya.
 
Bahkan diakuinya, suasana romantis pun kerap diciptakan almarhum di lingkungan keluarganya. Hal itu dilakukan agar hubungan keluarga yang dia bangun tetap awet dan menyenangkan.
 
"Saat beliau sakit di rawat di RS masih bisa menunjukkan perhatiannya kepada saya, beliau memuji saya sangat cantik meski kerudung yang saya pakai saat itu sudah 3 hari tidak ganti karena merawat beliau," imbuhnya.
 
Sementara itu, Ning Amrin menambahkan, almarhum adalah sosok organisatoris. Dan karena sosoknya itu ia kerap dipercaya masyarakat menjadi pimpinan atau ketua di sebuah organisasi NU dan instansi lain seperti lembaga pendidikan.
 
"Almarhum juga menjabat sebagai Kepala Yayasan Pendidikan Bahrul Ulum Gadingmangu, Kecamatan Perak, Jombang. Kiprah Almarhum Abah Adnan sudah tidak diragukan lagi di dunia pendidikan, almarhum juga pernah menjadi Kepala Sekolah MAN 9 Jombang, dan MAN 10 Jombang," kata putri almarhum itu.
 
Kontributor: Septy Yuanita
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile