Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Soal Pilkada, Gus Mus Khawatir Hanya Pemerintah yang Yakin Aman

Soal Pilkada, Gus Mus Khawatir Hanya Pemerintah yang Yakin Aman
Perhatian Gus Mus terhadap penanganan Covid-19 sangat tinggi, di antaranya dilakukan dengan turut mengkampanyekan penggunaan masker. (Foto: Gus Mus Channel)
Perhatian Gus Mus terhadap penanganan Covid-19 sangat tinggi, di antaranya dilakukan dengan turut mengkampanyekan penggunaan masker. (Foto: Gus Mus Channel)

Jakarta, NU Online

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri melihat pemerintah seperti masih yakin mampu mengatasi pandemi Covid-19 yang kian hari, justru semakin banyak yang terkonfirmasi.

 

Padahal, banyak masyarakat yang bersuara untuk menundanya mengingat angka konfirmasi belum memperlihatkan adanya tanda-tanda penurunan.

 

"Rakyat, minimal yg diwakili NU dan Muhammadiyah, telah meminta Pemerintah menunda Pilkada Serentak. Tapi tampaknya pemerintah masih yakin dengan kemampuannya menjaga dan menanggulangi dampak pandemi," tulis kiai yang akrab disapa Gus Mus itu melalui twitnya pada Jumat (25/9).

 

Twit tersebut merupakan respons atas twitan Jaringan Gusdurian yang mengunggah tautan berita mengenai Polisi yang tidak berani membubarkan konser dangdut yang digelar Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal, Jawa Tengah.

 

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu khawatir hanya pemerintah saja yang yakin Pilkada akan berlangsung dengan tertib dan aman di tengah pandemi seperti saat ini. Sementara masyarakatnya seperti digambarkan dalam berita.

 

"Kita khawatir yg yakin hanya yg di Atas sana. Di bawah seperti dlm berita ini?" lanjutnya pada twit tersebut.

 

Sebagaimana diketahui, PBNU dan Muhammadiyah telah menegaskan kepada pemerintah agar Pilkada ditunda mengingat pandemi masih belum terlihat tanda-tanda berakhirnya. Jaringan Gusdurian juga menyuarakan hal yang sama.

 

Sementara itu, Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tak mengindahkan suara yang keluar dari organisasi masyarakat dan ramainya dukungan suara untuk menunda gelaran lima tahuan itu. Sebab, mereka tetap dengan keputusannya untuk menggelar Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.

 

Saat ini, para calon pemimpin daerah sudah ditetapkan dan mendapatkan nomor urut. Pilkada juga sudah mulai memasuki tahap kampanye sejak Sabtu (26/9) hingga Sabtu (5/12) yang akan datang.

 

Pewarta: Syakir NF
Editor: Kendi Setiawan

BNI Mobile