Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Penjaga Moral Umat, Kiai Kampung Harus Dijaga Marwahnya

Penjaga Moral Umat, Kiai Kampung Harus Dijaga Marwahnya
Halaqah dan silaturahim pengasuh pesantren, guru ngaji dan tokoh masyarakat di Jember (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Halaqah dan silaturahim pengasuh pesantren, guru ngaji dan tokoh masyarakat di Jember (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online 

Peran kiai kampung tidak bisa dianggap sepele dalam membina akhlak masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung. Sebab, merekalah ujung tombak yang berhadapan dengan masyarakat. Karena itu, kiai kampung harus didukung dan dihargai perannya. 

 

“Secara keilmuan mereka biasa-biasa saja, tapi istiqamah dan ikhlas dalam membina moral generasi muda,” ujarnya.

 

Demikian diungkapkan Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Jawa Timur Kiai Abdul Haris saat menyampaikan taushiyah dalam Halaqah dan Silaturahim Pengasuh Pesantren, Guru Ngaji, dan Tokoh Masyarakat se-Kecamatan Mayang di Pesantren Nurur Rohman, Mayang, Kabupaten Jember, Ahad (27/9).

 

Menurut Kiai Haris sapaan akrabnya, kiai kampung sejak dulu sampai sekarang tetap istiqamah dalam menjalankan tugasnya sebagai penjaga moral selain mengajar ngaji Al-Qur’an. Mereka tidak pernah goyah tekadnya untuk tetap membina masyarakat dalam kondisi apapun.

 

Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember itu menambahkan bahwa dewasa ini tantangan akidah semakin kompleks. Pergaulan yang tak berbudaya dan tontonan yang tak mendidik di media sosial cukup  mengganggu lestarinya moral masyarakat. 

 

"Kiai kampung perlu dikuatkan posisinya agar tetap eksis dan mampu membina generasi muda bangsa. Kiai langgaran (sebutan lain kiai kampung) itu penting dan aset kita.  Kita dukung dan kuatkan dia posisinya. Jangan seret mereka ke ranah politik biar tetap fokus di pembinaan moral,” terangnya.

 

Kiai Haris mengingatkan bahwa moral adalah syarat mutlak untuk mencapai kemajuan bangsa. Tidak ada kemajuan tanpa akhlak. Sebab kemajuan yang tidak diiringi dengan akhlak, lambat atau cepat bangsa tersebut akan menemui kehancurannya. 

 

Ia menyatakan bersyukur selama ini kiai-kiai kampung masih konsisten menunaikan tugasnya sebagai penjaga moral. Dari mushala-mushala juga masih  terdengar orang belajar mengaji Al-Qur'an, meskipun tidak sesemarak dulu.

 

“Itu patut kita syukuri, dan kita dorong terus,” ungkapnya.

 

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Mayang, Kabupaten Jember, Ahmad Danial mengamini ajakan Kiai Haris untuk memperkuat posisi kiai kampung. Menurutnya, kiai kampung adalah sosok yang perlu dijaga marwahnya agar tetap mendapat kepercayaan dari masyarakat. 

 

“Kami juga berharap mereka juga bisa aktif di NU, dan berkontribusi mengawal umat dalam wadah NU,” pungkasnya.

 

Pewarta: Aryudi A Razaq 

Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile