Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Roadmap Madrasah Aliyah Ma'arif NU Unggulan untuk Tembus Perguruan Tinggi

Roadmap Madrasah Aliyah Ma'arif NU Unggulan untuk Tembus Perguruan Tinggi
Halaqah peningkatan mutu pendidikan madrasah aliyah di LP Ma'arif NU Jepara, Jawa Tengah (Foto: NU Online/Syaiful Mustaqim)
Halaqah peningkatan mutu pendidikan madrasah aliyah di LP Ma'arif NU Jepara, Jawa Tengah (Foto: NU Online/Syaiful Mustaqim)

Jepara, NU Online

Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Jepara Fathul Huda menegaskan pentingnya menyusun roadmap madrasah aliyah unggulan agar bisa menembus 7 perguruan tinggi yang berpengaruh di Indonesia.

 

"Untuk itu, kami menggandeng Nahdlatul Wathan (NW) Indonesia Foundation yang digawangi H Nusron Wahid untuk bersinergi mewujudkan hal itu, minimal di wilayah Kudus, Jepara, dan Demak," ujarnya Senin (28/9).

 

Dikatakan, untuk keperluan hal itu pihaknya mengadakan Workshop Upgrading Manajemen Kualitas Penyelenggaraan dan Pengelolaan Madrasah Aliyah Swasta secara hybrid dengan tatap muka dan daring di Kantor PC LP Ma'arif NU Jepara, Jalan Ratu Kalinyamat Jepara, Sabtu (26/9) lalu.

 

"Ada beberapa narasumber yang kami hadirkan untuk bertatap muka dengan 86 kepala madrasah aliyah swasta, Ketua Yayasan NW H Nusron Wahid, Yayasan Qudsiyah Kudus Najib Hassan, dan Kepala Kemenag Jepara M Habib," ungkapnya.

 

Sedangkan yang hadir melalui zoom lanjutnya, adalah Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Prof Ali Ramdani, Kasubdit Kelembagaan Ditjen Pendis Kemenag RI Abdullah Faqih, serta praktisi pendidikan dan founder Sekolahmu, Najeela Shihab.

 

H Nusron Wahid menyampaikan, ada 6 permasalahan mendasar di madrasah aliyah swasta dan yayasan milik warga NU. "Pertama, pengelolaan madrasah dan yayasan apa adanya. Yang penting jalan, ada guru, ada murid dan ada kelas," kata Nusron.

 

Kedua sambungnya, madrasah NU cenderung family centris. Yayasan dan kepala madrasahnya masih satu keluarga. Ketiga, tidak ada inovasi dan diferensiasi sehingga semua berjalan lambat dan kembang kempis.

 

"Lalu yang keempat, tidak mempunyai publikasi yang baik, terkadang malah tidak jarang keberadaan madrasah itu diragukan. Kelima, manajemen aset lemah dan keenam pendanaan terbatas," tegasnya.

 

"Kelemahan ini harus kita kaji dan dicarikan solusi agar madrasah aliyah milik NU makin diminati dan bisa tembus 15 perguruan tinggi yang alumninya paling berpengaruh dalam pengambilan kebijakan negara," pungkas Nusron. 

 

Kontributor: Syaiful Mustaqim
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile