Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Bupati Pringsewu Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pesantren NU Wonosari

Bupati Pringsewu Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pesantren NU Wonosari
Bupati Pringsewu yang juga Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi berdoa saat peletakkan batu pertama pembangunan Pesantren NU di Desa Wonosari Kecamatan Gadingrejo, Rabu (30/9). (Foto: NU Online/ Istimewa)
Bupati Pringsewu yang juga Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi berdoa saat peletakkan batu pertama pembangunan Pesantren NU di Desa Wonosari Kecamatan Gadingrejo, Rabu (30/9). (Foto: NU Online/ Istimewa)

Pringsewu, NU Online
Rabu, (30/9) menjadi hari yang menandai dimulainya pembangunan Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama yang terletak di Desa Wonosari Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, Lampung. Peletakan batu pertama pembangunan Pesantren NU di atas tanah wakaf Perkumpulan Nahdlatul Ulama ini dilakukan oleh Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pringsewu, KH Sujadi.


Sejumlah tokoh Kecamatan Gadingrejo dan Pengurus NU Ranting Desa Wonosari tampak mendampingi KH Sujadi, yang juga merupakan Bupati Pringsewu, saat meletakkan batu pertama dan memimpin doa. Di antaranya adalah Ketua Ranting NU Wonosari Ustaz Al Muaziz dan Camat Gadingrejo, Joko Hermanto.


Pesantren NU ini merupakan langkah Ranting NU Wonosari mewujudkan sebuah lembaga pendidikan pesantren untuk mendidik para generasi muda yang memiliki pemahaman agama Islam kuat dan moderat. Pesantren ini akan dikelola oleh para pengurus NU Ranting desa tersebut sebagai wujud khidmah kepada Jamiyyah Nahdlatul Ulama.


Di tempat yang sama, Ketua PCNU Pringsewu H Taufik Qurrohim berharap keberadaan Pesantren NU ini akan memberikan kemaslahatan dan keberkahan khususnya bagi umat Islam di Kecamatan Gadingrejo. Untuk mewujudkan hal ini, ia berharap seluruh umat Islam di Kabupaten Pringsewu untuk bahu membahu-membahu memberi dukungan moril dan materiil guna terselesaikannya bangunan pesantren tersebut.


"Dengan semangat kebersamaan, kita harus terus memaksimalkan peran warga NU khususnya di Gadingrejo. Di antaranya bisa dengan memaksimalkan program kotak koin NU yang dikoordinir oleh LAZISNU," katanya.

Bupati Pringsewu bersama tokoh masyarakat dan pengurus NU Wonosari


Sementara Mustasyar PCNU Pringsewu Habib Yahya Assegaf dalam mauidzah hasanahnya menegaskan, pembangunan pesantren di sebuah wilayah akan menjadikan wasilah turunnya rahmat dan keberkahan. Bagi setiap individu yang membantu pembangunan pesantren ini juga akan mendapatkan pahala yang mengalir terus sampai yang bersangkutan meninggal dunia.


"Pesantren ini menjadi kaplingan surga bagi yang membantu pembangunannya," tegas Habib yang merupakan Rais Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyah (JATMAN) Provinsi Lampung ini.


Pengasuh Pesantren Sunan Jati Agung ini juga mengungkapkan bahwa seseorang yang berinfak dan bersedekah di jalan Allah akan mendapatkan lima keutamaan yang pertama yakni akan ditambah nikmat dan rezekinya oleh Allah SWT.


"Kalau mau mancing, umpannya kecil ya dapat kecil. Kalau umpannya besar ya dapat ikan besar," katanya mengibaratkan sedekah seperti memancing ikan.


Keutamaan dari infak dan sedekah lainnya adalah bisa mengobati penyakit, menolak bala, menjadi washilah mudah dan selamatnya jembatan sirathal mustaqim di akhirat, dan menjadikan masuk ke dalam surga Allah SWT.


Habib Yahya juga memberikan apresiasi kepada warga NU yang telah mewakafkan tanah untuk pesantren tersebut kepada Perkumpulan Nahdlatul Ulama. "Ini luar biasa, diwakafkan ke NU dan secara resmi berada di bawah naungan NU," katanya.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Aryudi AR

BNI Mobile