Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Program Pemberdayaan UMKM Diharapkan Sentuh Pelaku Usaha Nahdliyin

Program Pemberdayaan UMKM Diharapkan Sentuh Pelaku Usaha Nahdliyin
Ketua PWNU Jawa Tengah HM Muzammil (berdiri di mimbar) (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Ketua PWNU Jawa Tengah HM Muzammil (berdiri di mimbar) (Foto: NU Online/Samsul Huda)

Semarang, NU Online

Gerakan pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui program penguatan usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM ) hendaknya benar-benar menyentuh para pelaku usaha di akar rumput yang di dalamnya terdapat nahdliyin yang menggantungkan hidupnya di sektor ini.

 

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah HM Muzammil mengatakan, pemerintah hendaknya lebih serius dalam mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui program-program UMKM agar dapat lebih maju dan meningkat penghasilannya.

 

"Kuatnya UMKM dalam menghadapi berbagai gejolak akan mampu menyangga ketahanan ekonomi nasional dan pada gilirannya akan menguatkan sendi-sendi kedaulatan ekonomi nasional," kata Muzammil di Samarang.

 

Muzammil mengatakan hal itu saat membuka Seminar Kemandirian UMKM  yang diselenggarakan PWNU Jateng di Hotel Muria Semarang, Sabtu (3/10)

.

Dikatakan, pemberdayaan ekonomi terutama yang berskala kecil seringkali hanya dijadikan isu politik, namun pelaksanaannya kurang adanya keberlanjutan yang berkesinambungan. 

 

"Dalam program pemberdayaan UMKM ini hendaknya tidak hanya digulirkan sebatas isu dan berhenti pada kehendak baik saja, namun perlu dilengkapi dengan usaha pendampingan yang sungguh-sungguh dan berkelanjutan," ujarnya.

 

Disampaikan, usaha mikro, kecil, dan menengah perlu terus diperhatikan karena keberadaannya menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

 

 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Ema Rahmawati mengatakan, perlunya kolaborasi antar sesama pelaku usaha mengembangkan usaha. Saat ini usaha UMKM  di tengah krisis ada yang tetap mempertahankan keberadaan tenaga kerjanya, meskipun 51,7% UMKM tidak dapat memasarkan produknya pada pandemi global saat ini.

 

"Meskipun secara umum UMKM mengalami penurunan omzet yang cukup tajam, tetapi  UMKM berbasis online mengalami peningkatan omzet yang signifikan," ujarnya.

 

Dicontohkan Ema, ada usaha mebel di Kaliwungu, Kendal yang omzetnya naik 30%. Artinya peluang masih ada dalam masa pandemi ini. Karena itu para pelaku usaha harus selalu berupaya untuk melihat peluang dan bisa kreatif dalam memanfaatkan peluang.

 

Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile