Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Penyembuhan Nonmedis ODGJ Tidak Gugurkan Kewajiban Penanganan Medis

Penyembuhan Nonmedis ODGJ Tidak Gugurkan Kewajiban Penanganan Medis
Pengobatan dengan doa atau ruqyah tidak menggugurkan kewajiban pihak keluarga untuk membawa pasien ke psikiater dan dokter dengan penanganan medis
Pengobatan dengan doa atau ruqyah tidak menggugurkan kewajiban pihak keluarga untuk membawa pasien ke psikiater dan dokter dengan penanganan medis

Jakarta, NU Online

Forum bahtsul masail yang membahas fiqih disabilitas mental atau fiqih psikososial menyebutkan kewajiban pihak keluarga untuk memberikan penanganan medis bagi pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Dengan demikian, penanganan-penanganan nonmedis tidak membatalkan kewajiban penanganan medis.


Forum yang diselenggarakan Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), Kamis-Jumat, 8-9 Oktober 2020, mencoba menjawab pertanyaan perihal hukum keluarga yang tidak membawa pasien ODGJ berobat dan hanya mengandalkan doa.


"Pengobatan dengan doa atau ruqyah tidak menggugurkan kewajiban pihak keluarga untuk membawa pasien ke psikiater dan dokter dengan penanganan medis," kata Ketua Sidang Komisi B Bahtsul Masail Fiqih Disabilitas Mental atau Fiqih Psikososial, KH Asnawi Ridwan, dalam laporan masing-masing komisi pada Sidang Pleno Bahtsul Masail Fiqih Disabilitas Mental atau Fiqih Psikososial, Jumat (9/10) pagi.


Forum ini juga mencoba menjawab pertanyaan terkait upaya keluarga yang mencukupkan diri pada pengobatan alternatif seperti rukyah atau ke dukun dan orang pintar. Forum ini berangkat dari pemahaman keluarga yang menganggap bahwa penyebab ODGJ adalah gangguan makhluk halus atau kerasukan jin.


Dari sana kemudian pihak keluarga melakukan penyembuhan nonmedis tetapi secara alternatif (dukun, orang pintar). Salah satu dari pilihan alternatif itu adalah memasukkan ODGJ ke pesantren dengan maksud pengobatan.


"Kami menganjurkan masyarakat atau pihak keluarga untuk mengantarkan pasien ODGJ ke dinas terkait atau rumah sakit," kata Kiai Asnawi.


Forum bahtsul masail ini dibagi ke dalam empat komisi. Forum ini dihadiri oleh pengurus Syuriyah PBNU, pengurus LBM PBNU, Lembaga Kesehatan PBNU, sejumlah LBM PWNU, Kemenko PMK, Koalisi Nasional, YAKKUM Yogyakarta, PPDI, Perhimpunan Jiwa Sehat, dan lain sebagainya.


Forum bahtsul masail ini juga menghadirkan psikiater, ahli ruqiyah, lembaga pemerhati ODGJ dan ODMK, serta pasien ODGJ yang telah sembuh. Forum ini menggali keterangan sebanyak mungkin untuk kepentingan pembahasan masalah dari sudut pandangan fiqih.


Pewarta: Alhafiz Kurniawan
Editor: Kendi Setiawan

BNI Mobile