Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Gus Adi, Keponakan Gus Dur Wafat

Gus Adi, Keponakan Gus Dur Wafat
Beberapa keluarga almarhum Abdul Wahid (Gus Adi) tampak hadir saat proses pemakaman. (Foto: Istimewa)
Beberapa keluarga almarhum Abdul Wahid (Gus Adi) tampak hadir saat proses pemakaman. (Foto: Istimewa)
Jombang, NU Online
Keponakan Presiden ke-4, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bernama Gus Abdul Wahid (Gus Adi) wafat. Gus Adi merupakan putra dari Hj Aisyah Hamid Baidlowi, adik kandung Gus Dur.
 
Jenazah Gus Adi tiba di Pesantren Madrasatul Qur'an (MQ) Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur sekitar pukul 16.00 WIB dan dikebumikan beberapa waktu kemudian di makam keluarga Pesantren MQ Jalan Irian, Cukir, Jombang, Jawa Timur. Hal ini sesuai amanat dari almarhum.
 
"Om Adi dimakamkan di MQ, satu lokasi dengan makam ibu beliau, Hj Aisyah Hamid Baidlowi," jelas keponakan Gus Adi, Gus Abdul Karim Amrullah kepada NU Online, Senin (19/10). 
 
Gus Karim menjelaskan, selama hidupnya Gus Adi lebih banyak menghabiskan waktu di Jakarta. Mendampingi orang tuanya yang pengusaha dan politikus.
 
Sang ibu, Hj Aisyah pada Kongres Muslimat NU 1995 di Jakarta terpilih sebagai Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU. Hj Aisyah merupakan putri kedua dari KH Wahid Hasyim dan Nyai Hj Sholichah. Ayah Gus Adi bernama H Hamid Baidlowi.
 
"Secara nasab, Gus Adi bersambung ke nasab KH M Hasyim Asy'ari dan KH Bisri Syansuri," imbuh Gus Karim.
 
Dikatakannya, Gus Adi merupakan suami dari Sekretaris tujuh Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Hj Asna Nelli A Wahid.
 
Saat almarhum dimakamkan, Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Umum Muslimat Hj Khofifah Indar Parawansa tampak hadir melayat ke pusaran Gus Adi.
 
Hadir serta Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab bersama Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz.
 
"Karena pandemi para peziarah dibatasi, santri dan alumni bisa bantu kirim dari rumah masing-masing," tandasnya.
 
Kontributor: Syarif Abdurrahman
Editor: Syamsul Arifin 
BNI Mobile