IMG-LOGO
Warta

Angkatan Muda NU-Muhammdiyah Gelar Kegiatan Bersama


Jumat 16 Mei 2008 17:45 WIB
Bagikan:
Angkatan Muda NU-Muhammdiyah Gelar Kegiatan Bersama
Jakarta, NU Online
Hubungan antara NU dan Muhammadiyah sebagai sesama ormas Islam kini semakin erat. Setelah sebelumnya mengadakan kerjasama dalam gerakan anti korupsi, kini angkatan mudanya yang diwakili oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar kegiatan bersama.

Acara bersama tersebut berupa seminar bertema “Sinergi Potensi Bangsa untuk Indonesia Sejahtera pada Sabtu, 17 Mei di Gd. PBNU Jakarta dan semiloka yang diselenggarakan di Villa Ciloto Puncak Bogor yang akan dilaksanakan tanggal 18-19 Mei 2008. Para peserta berasal dari kader muda NU dan Muhammadiyah dari seluruh pulau Jawa.<>

Panitia secara bersama-sama melakukan silaturrahmi dengan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Gd. PBNU Jum’at (16/5). Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum IPNU Idy Muzayyad, Ketua Umum IPPNU Wafa Patria Umma, Ketua Umum IRM Mudzakir dan Bendahara Umum DPP IMM Ahmad Husein.

Dalam pesannya, KH Hasyim Muzadi meminta agar kader-kader NU dan Muhammadiyah kembali mengisi ruang-ruang strategis yang saat ini banyak ditinggalkan sehingga akhirnya diisi oleh Islam transnasional yang tidak mengenal sejarah perjuangan dan pendirian Indonesia yang dulunya dilakukan NU dan Muhammadiyah.

Perjalanan usia kedua organisasi keagamaan Islam yang sudah matang ini mengalami banyak dinamika. Hasyim menuturkan, pada masa lalu, orang NU dan Muhammadiyah rukun karena sama-sama ngertinya. “Saat ini generasi mudanya juga rukun karena sama-sama nga ngertinya,” katanya.

Karena itu, penting bagi generasi muda NU dan Muhammadiyah untuk kembali memperkuat jatidiri mereka tanpa perlu memaksa fihak lain menjadi NU atau Muhamadiyah.

“Yang penting kita bisa melakukan kerjasama dalam bidang-bidang strategis yang kita sepakati bersama,” ujarnya.

Pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang ini meminta persoalan khilafiyah seperti doa qunut, membaca usholli ketika mau sholat dan lainnya tak perlu lagi diperdebatkan karena masing-masing memiliki rujukan. Upaya kerjasama dalam menyelesaikan persoalan keummatan yang lebih besar harus menjadi prioritas.

Idy Muzayyad menjelaskan kerjasama ini merupakan upaya untuk menindaklanjuti hubungan yang baik dan harmonis yang sudah terjalin antara NU dan Muhammadiyah dan diharapkan bisa dikembangkan ke jajaran yang lebih bawah, yaitu para pemudanya, tidak sekedar simbolik.

“Kita harus membangun sinergi dikalangan muda untuk berpartisipasi dalam merespon dan mengatasi problems sosial dan masyarakat. Perbedaan yang khilafiyah sudahlah.,” katanya. (mkf)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG