Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

130 Ranting NU Terbentuk di Mukomuko Bengkulu

130 Ranting NU Terbentuk di Mukomuko Bengkulu
Ketua PCNU Mukomuko Dawud Gauraff (sebelah kiri) sedang memberikan arahan terkait pembentukan MWCNU dan ranting NU. (Foto: Rowie Sujudi)
Ketua PCNU Mukomuko Dawud Gauraff (sebelah kiri) sedang memberikan arahan terkait pembentukan MWCNU dan ranting NU. (Foto: Rowie Sujudi)

Mukomuko, NU Online
Menjelang akhir tahun 2020, bertepatan dengan berakhirnya masa khidmat MWCNU se-Kabupaten Mukomuko Bengkulu, PCNU Mukomuko melakukan konsolidasi organisasi. Konsolidasi dengan mengadakan Konferensi MWCNU di 12 dari 15 kecamatan di Mukomuko. Hal itu karena tiga MWCNU sudah melakukan konferensi empat bulan yang lalu.

 

Pada Konferensi tahun ini, PCNU dibantu oleh pengurus MWCNU yang baru juga membentuk 130 ranting NU yang tersebar di Kabupaten Mukomuko. Meski terbentur beberapa kendala di lapangan, tidak sulit bagi PCNU Mukomuko untuk merealisasikan agenda tersebut. Mengingat Mukomuko adalah basis Nahdliyin terbesar di Provinsi Bengkulu.

 

"Kami telah membentuk tim untuk melakukan road show dan pendampingan di setiap MWCNU untuk membentuk ranting-ranting NU di 130 desa. Targetnya 20 hari maksimal 30 hari ke depan insyaallah sudah selesai di 130 desa," ujar Ketua PCNU Mukomuko Daud Gauraff baru-baru ini.

 

PCNU Mukomuko, kata Daud,ditunjuk menjadi pilot project oleh PWNU Bengkulu untuk melaksanakan Konferensi MWCNU dan membentuk ranting NU di setiap desa dengan tetap melaksanakan protokoler kesehatan.

 

"Saya apresiasi kinerja PCNU Mukomuko yang dengan segala keterbatasan bisa melaksanakan agenda ini. PCNU Mukomuko bisa dijadikan contoh dan harus menularkan pengalamannya untuk kabupaten lain," ujar Ketua PWNU Bengkulu Zulkarnain Dali, Sabtu (24/10).

 

Daud Gauraff menegaskan bahwa konferensi tahun ini tidak ada kaitannya dengan agenda politik menjelang Pilkada. "Konferensi MWCNU dan pembentukan ranting-ranting NU merupakan agenda PCNU yang telah disusun sejak 2019, jadi tidak ada kaitannya dengan agenda Pilkada. Namun karena pandemi Corona, konferensi MWCNU sekabupaten Mukomuko baru bisa kita laksanakan di pertengahan Oktober tahun ini," kata Dawud Gauraff.

 

Setelah konferensi MWCNU, PCNU Mukomuko rencananya akan melakukan pelantikan seluruh MWCNU dan Ranting NU yg akan dibagi dalam tiga zona. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi konsentrasi masa secara berlebihan sehingga menyalahi protokoler kesehatan.

 

Dawud juga berharap agar momen ini bisa menjadi acuan untuk mengelola database warga nahdliyin di Kabupaten Mukomuko yang nantinya ditindaklanjuti dengan penerbitan Kartu Anggota NU (Kartanu). Selain menjadi ajang silaturahim kader NU yang sempat tersendat akibat Covid-19, agenda ini bertujuan untuk konsolidasi dan mempererat soliditas organisasi.

 

"Tahun depan semua pengurus mulai dari tingkat ranting hingga pengurus cabang diwajibkan mengikuti MKNU. Setelah itu LAZISNU, Muslimat NU, dan Fatayat NU juga harus terbentuk hingga di tingkat ranting. Insyaallah," tutup Dawud Gauraff.

 

Kontributor: Rowie Sujudi
Editor: Kendi Setiawan

BNI Mobile