Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download
HARI SUMPAH PEMUDA

Pelajar dan Pemuda Harus Bersatu, Bangkit dari Masa Sulit akibat Covid-19

Pelajar dan Pemuda Harus Bersatu, Bangkit dari Masa Sulit akibat Covid-19
Bersatu dan Bangkit yang diangkat sebagai tema pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini dinilai sangat pas di masa-masa krisis yang diakibatkan oleh Covid-19. (Ilustrasi: Istimewa)
Bersatu dan Bangkit yang diangkat sebagai tema pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini dinilai sangat pas di masa-masa krisis yang diakibatkan oleh Covid-19. (Ilustrasi: Istimewa)

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Aswandi Jailani mengajak segenap pelajar dan kaula muda untuk bangkit dari masa-masa sulit akibat Covid-19 yang belum berlalu.

 

"Mari, kita kobarkan api semangat, tekad, dan cita-cita pemuda Indonesia bersatu dan bangkit melewati masa-masa sulit yang diakibatkan oleh Covid-19 agar Indonesia kelak menjadi sebagai negara yang maju," katanya pada Rabu (28/10).

 

Sebagaimana diketahui, wabah pandemi virus Covid-19 membuat peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-92 ini terasa berbeda. Seluruh sendi kehidupan masyarakat merasakan efeknya, mulai dari kehidupan sosial, ekonomi, budaya, hingga pendidikan. 

 

Bersatu dan Bangkit yang diangkat sebagai tema pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, menurutnya, sangat pas di masa-masa krisis yang diakibatkan oleh Covid-19.

 

"Kita sebagai anak muda harus bersatu, harus berkolaborasi, harus bergotong royong, tanpa memperhatikan ras, suku, bahasa, dan agama, agar kita bisa bangkit dari Pandemi ini," ujarnya.

 

Semangat persatuan ini bisa lahir dengan toleransi dan keterbukaan antarsesama anak bangsa. Ragam perbedaan yang menjadi kekayaaan negeri ini tidak perlu diketengahkan.

 

Hal yang penting untuk bangkit ini adalah bahwa kita adalah bangsa Indonesia. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 1984-1991 KH Achmad Shiddiq menegaskan bahwa persaudaraan tidak saja terjalin antarsesama Muslim, tetapi juga sesama anak bangsa yang dikenal dengan ukhuwah wathaniyah, dan persaudaraan sesama manusia atau ukhuwah insaniyah.

 

Dengan adanya semangat persaudaraan sesama anak bangsa ini, kata Aswandi, harapan kebersatuan sehingga lahir tindakan gotong royong untuk menyelesaikan problematika masyarakat ini dapat lebih mudah terwujud.

 

Pun, dengan kebangkitan yang diharapkan. Kolaborasi antarsesama anak bangsa dapat mewujudkan cita-cita untuk lekas kembali pada kehidupan yang betul-betul normal.

 

Pewarta: Syakir NF
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online