Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Wapres Kiai Ma’ruf Amin: Pemerintah Berutang Budi kepada Muslimat NU

Wapres Kiai Ma’ruf Amin: Pemerintah Berutang Budi kepada Muslimat NU
Wapres Kiai Ma’ruf Amin saat memberikan pengarahan secara virtual. (Foto: NU Online/Rahman).
Wapres Kiai Ma’ruf Amin saat memberikan pengarahan secara virtual. (Foto: NU Online/Rahman).

Malang, NU Online
Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin membuka secara resmi kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU secara virtual, Kamis (29/10). Dalam kesempatan tersebut Wapres Kiai Ma’ruf Amin menyebut pemerintah berutang budi kepada Muslimat NU sebab telah banyak membantu pemerintah mengendalikan Covid-19.


“Pemerintah berutang budi pada Muslimat NU atas upaya yang telah dilakukan selama ini. Sebagai organisasi sosial, Muslimat NU telah melakukan kontribusi nyata dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia. Untuk itu Muslimat NU terus melakukan revitalisasi dan penguatan sumber daya manusianya,” kata Kiai Ma’ruf Amin saat memberikan pengarahan.


Profesor Bidang Ekonomi Syariah tersebut menjelaskan, Muslimat NU menjadi mitra strategis pemerintah. Karena itu, apa yang dilakukan Muslimat NU, pemerintah selalu mendukung. Apalagi, katanya, Muslimat NU mau mengembangkan ekonomi umat.


“Di usianya yang cukup matang dan dengan anggota yang mencapai 32 juta, Muslimat NU berperan aktif dalam penguatan ekonomi perempuan, pemberdayaan perempuan, dan peningkatan pendidikan masyarakat. Kader Muslimat NU mempunyai peran strategis dalam membangun dan memberdayakan umat,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj yang juga hadir secara virtual mengatakan, setiap anggota Muslimat NU harus bangga kepada organisasi yang saat ini diikutinya. Sebab hanya NU yang masih konsisiten mengawal budaya bangsa Indonesia.


“Hanya NU-lah yang masih utuh menjaga mengawal budaya bangsa ini. NU dan Muslimat yang tidak pernah takut dan terkontaminasi aliran kanan maupun kiri. Itu harus kita banggakan,” tegas  Kiai Said.


Tak hanya itu, Muslimat NU harus selalu menjaga akhlak agar menjadi teladan bagi masyarakat.  Terutama akhlak dalam pergaulan.


Rakernas dan Mukernas Muslimat NU yang berlangsung di Kota Batu Malang, Jawa Timur itu, akan digelar  selama 3 hari, dengan mengambil tema besar Revitalisasi Perangkat Muslimat NU. Acara Rakernas tahun 2020 memiliki tujuan untuk memberikan evaluasi realisasi keputusan Kongres, membahas perkembangan organisasi, memberikan usulan perubahan AD/ART serta membahas masalah aktual tentang keagamaan, kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan.


Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Aryudi A Razaq

BNI Mobile