Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download
PEDULI COVID-19

Madrasah Ekonomi Perempuan Fatayat NU Bincang Kiat Sukses Berbisnis

Madrasah Ekonomi Perempuan Fatayat NU Bincang Kiat Sukses Berbisnis
Suasana akhirussanah PP Fatayat NU di ruang pertemuan virtual. (Foto: Dok. PP Fatayat NU)
Suasana akhirussanah PP Fatayat NU di ruang pertemuan virtual. (Foto: Dok. PP Fatayat NU)

Jakarta, NU Online
Kegiatan Akhirussanah (akhir tahun) menjadi bukti bahwa pandemi tidak menjadikan kita semua hanya berdiam diri. Namun, justru membuat kita lebih pandai memanfaatkan momentum untuk menjadi lebih produktif dan tekun belajar. 


Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU), Anggia Ermarini, saat didaulat berbicara membuka forum Akhirussanah Madrasah Ekonomi Perempuan (MEP), Sabtu (31/10).


Tidak ketinggalan, perempuan yang akrab disapa Anggi ini juga mengucapkan selamat kepada peserta yang telah berhasil menyelesaikan rangkaian MEP. 


Kegiatan bertajuk Mutholaah Para Pengusaha Muda Nahdliyin ini menghadirkan tiga narasumber yakni Khilma Anis (novelis, pemilik Mazaya Group), Wardat El-Ouyun dan Dafik Hasan Perdana (Content Creator THV). Hadir selaku penanggap salah seorang mentor MEP, Fima Rosyidah.



Mengawali paparan, Khilma Anis menceritakan mengenai prosesnya dalam membangun dan mengembangkan Mazaya Group. Penulis Novel Hati Suhita ini menyampaikan, salah satu prinsip yang selalu dipegangnya adalah istilah Jawa Teken, Tekun, Tekan.


"Teken itu tongkat yang bermakna himmah. Tekun artinya kesungguhan, dan Tekan adalah sampai. Maka siapa pun di antara kita yang memiliki himmah lalu istiqamah atau tekun, pasti akan sampai," paparnya dengan lembut, namun sarat akan ketegasan.


Selain itu, penulis novel Wigati ini juga mengembangkan bisnisnya dengan berangkat dari nilai yang diwariskan oleh Sunan Kudus, yakni Gusjigang


"Gusjigang adalah ajaran yang diwariskan oleh Sunan Kudus. Gus itu bagus yakni berbuat baik kepada semua orang tanpa diskriminasi. Ji, maksudnya ngaji. Gang adalah dagang," jelasnya menutup paparan. 


Peluang besar
Berbeda dengan Khilma Anis, Content Creator THV Dafik Hasan Perdana lebih banyak menjelaskan mengenai teknik pengelolaan dan pengembangan kanal YouTube. Bagi Dafik, YouTube memiliki peluang besar untuk memberikan kesuksesan.


"Maka potensi dan peluang ini harus kita manfaatkan dan kita rebut, agar tidak ketinggalan," tegas Dafik. 


Selanjutnya, Fima Rosyidah selaku mentor MEP menanggapi hal-hal yang telah disampaikan oleh narasumber. Ia menilai bahwa Khilma Anis pandai memanfaatkan jaringan yang sudah dipunyainya. 


"Beliau pandai melihat peluang yang ada, lalu menerapkan strategi cross-selling untuk menjual banyak produk," jelas Direktur PT Fokus Target Solusi ini. 


Tak hanya itu, lanjut dia, Khilma Anis juga memiliki banyak nilai yang diterapkan dan juga ditularkan kepada para konsumennya. Sehingga hal itu juga mempengaruhi proses perkembangan usahanya. 


"Sedangkan Mas Dafik aktif untuk belajar dan berkembang. Beliau memahami target market dengan baik dan terus melakukan berbagai upaya improvisasi," tandas Fima.


Pantauan NU Online, forum terus berlanjut dengan hangat. Peserta yang berasal dari berbagai daerah mengajukan sejumlah pertanyaan menarik dan diskusi berjalan mengalir dengan gayeng.


Kontributor: Nila Zuhriah
Editor: Musthofa Asrori

BNI Mobile