Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Unsiq Wonosobo Wajibkan Mahasiswanya Mondok di Pesantren Lingkungan Kampus 

Unsiq Wonosobo Wajibkan Mahasiswanya Mondok di Pesantren Lingkungan Kampus 
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsiq Wonosobo Syamsul Munir Amin (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsiq Wonosobo Syamsul Munir Amin (Foto: NU Online/Samsul Huda)

Semarang, NU Online 

Universitas Sains Al-Qur'an (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo mewajibkan kepada mahasiswa semester pertama dan kedua untuk tinggal dan mengikuti seluruh program kegiatan yang diterapkan di pondok pesantren yang berada di sekitar kampus.

 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsiq Wonosobo Syamsul Munir Amin mengatakan, diberlakukannya kebijakan itu agar pada diri setiap mahasiswa tertanam semangat kemandirian dan lebih mengenal serta memahami ilmu-ilmu agama yang diajarkan oleh para kiai pesantren.

 

"Unsiq adalah perguruan tinggi berbasis pesantren dan Al-Qur'an, karena itu spirit santri dalam mencari ilmu juga harus  tertanam pada jiwa para mahasiswanya," kata Syamsul  Munir kepada NU Online di Semarang, Ahad (22/11).

 

Menurutnya, kebijakan ini merupakan salah ikhtiar untuk melestarikan nilai-nilai kepesantrenan kepada generasi penerus sekaligus mewujudkan salah satu amanat pendiri yakni KH Muntaha Al-Hafidz yang menginginkan agar semangat santri tetap melekat pada diri insan kampus.

 

"Untuk mendukung program ini, Unsiq menjalin kerja sama dengan 22 pesantren yang ada di sekitar kampus I yang berloksi di Jl KH Hasyim Asy'ari Kalibeber Mojotengah, Wonosobo dan kampus II yang berlokasi di Jl. KH Abdurrahman Wahid  Krasak, Mojotengah, Wonosobo, termasuk pesantren Al-Asy'ariyah Kalibeber," jelasnya.

 

Dia menambahkan, dengan demikian seluruh mahasiswa Unsiq minimal selama dua semester pernah merasakan mondok di bawah asuhan kiai-kiai NU. Harapannya selama menjalani kuliah seluruh mahasiswa tetap berada di pondok.

 

"Namun karena keterbatasan daya tampung pesantren-pesantren yang ada hanya diwajibkan dua semester saja yakni pada tahun pertama kuliah," terangnya.

 

Dikatakan, saat ini Unsiq memiliki 8 Fakultas dan 28 Program studi dengan jumlah mahasiswa sebanyak 9 ribu lebih. Di tengah pandemi pada tahun akademi 2020/2021 jumlah mahasiswa baru yang diterima sebanyak 2.300 mahasiswa.

 

"Alhamdulillah di masa pandemi Covid-19 animo masyarakat untuk kuliah di Unsiq tetap tinggi, jumlah mahasiswa yang mendaftar dan diterima pada tahun akademi 2020/2021 tidak mengalami penurunan," tuturnya.

 

Wakil Ketua PW LPTNU Jawa Tengah Prof Mudzakir Ali merespons positif atas capaian Unsiq dalam menjaga kepercayaan masyarakat. "Capaian itu sangat bagus sekali, namun demikian Unsiq tetap harus bekerja keras agar ke depan dapat lebih ditingkatkan prestasinya, mengingat tantangan PTNU pasti semakin berat," pungkasnya.

 

Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz

Posisi Bawah | Youtube NU Online