Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Palestina Angkat Bicara soal Kabar Pertemuan Rahasia Saudi-Israel-AS

Palestina Angkat Bicara soal Kabar Pertemuan Rahasia Saudi-Israel-AS
Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh. (Foto: Twitter @DrShtayyeh)
Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh. (Foto: Twitter @DrShtayyeh)

Jakarta, NU Online

Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh merespons kabar pertemuan yang dilakukan Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Israel yang dilakukan secara diam-diam atau rahasia. Shtayyeh mengungkapkan kesedihannya ketika mendengar informasi bahwa negara-negara Arab sedang dalam pembicaraan untuk membuka kembali kantor kedutaan besarnya di Israel.


"Saya mengonfirmasi panggilan Yang Mulia Presiden Abu Mazen (Mahmoud Abbas) atas dialog Arab-Arab tentang apa yang terjadi dan perlunya mengoordinasikan posisi dengan kepemimpinan Palestina mengenai apa pun yang merugikan kami," ujar Shtayyeh seperti dilansir dari Associated Press.


Lebih-lebih, kata Shtayyeh, negara-negara Arab yang dia maksud tidak memiliki kedutaan atau misi diplomatik di tanah negara Palestina yang justru mereka akui.

 

Baca juga: Palestina Anggap Kunjungan Delegasi UEA ke Israel Memalukan


Sebelumnya diinformasikan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menlu AS Mike Pompeo dilaporkan diam-diam terbang ke Arab Saudi untuk mengadakan pembicaraan rahasia dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) pada Ahad (22/11).


Kabar itu diungkapkan oleh seorang koresponden diplomatik di lembaga penyiaran publik Israel, Kan, pada Senin (23/11).


Pertemuan itu terjadi setelah Israel menyetujui kesepakatan untuk menormalisasi hubungan dengan dua sekutu Saudi di Teluk, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain. Kesepakatan bertajuk Abraham Accords itu ditengahi oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

 

Baca juga: Israel Larang Seorang Pengurus Masjid Masuki Kawasan Al-Aqsa


Pejabat AS dan Israel juga berulang kali mengindikasikan bahwa ada lebih banyak negara Arab yang akan menjalin hubungan dengan Israel.


Arab Saudi Membantah


Atas kabar yang beredar tersebut, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud membantah pemberitaan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada Ahad (22/11) untuk bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.


"Tidak ada kejadian seperti itu," kata Pangeran Faisal melalui akun Twitternya seperti dikutip BBC.

 

 

 

 

Baca juga: Palestina dan Israel Lanjutkan Koordinasi Keamanan dan Perundingan

 

Bantahan itu dikeluarkan sesudah ramai diberitakan oleh media Israel bahwa Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi untuk bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.


Netanyahu didampingi oleh kepala badan intelijen atau Mossad, Yossi Cohen, bertemu dengan Putra Mahkota dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo di kota Neom, Arab Saudi, menurut berbagai media Israel.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon

Posisi Bawah | Youtube NU Online