Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Berita Hoaks Sumbang Kendornya Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Berita Hoaks Sumbang Kendornya Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan
Ketua PCNU Pringsewu, Lampung, H Taufik Qurrahim mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi berita-berita dari sumber terpercaya agar terhindar dari tindakan yang dapat membahayakan diri dengan tidak acuh pada protokol kesehatan. (Foto: NU Online/M Faizin)
Ketua PCNU Pringsewu, Lampung, H Taufik Qurrahim mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi berita-berita dari sumber terpercaya agar terhindar dari tindakan yang dapat membahayakan diri dengan tidak acuh pada protokol kesehatan. (Foto: NU Online/M Faizin)

Pringsewu, NU Online
Di tengah-tengah terus meningkatnya sebaran Covid-19 di Indonesia, masyarakat sudah tampak mulai kendor dalam menegakkan protokol kesehatan. Berbagai aktivitas yang mengumpulkan banyak massa tanpa protokol kesehatan sudah mulai tampak. Masyarakat sudah terkesan tak peduli dan lupa bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir.

 

Sikap ini menurut Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu H Taufik Qurrahim dipengaruhi salah satunya oleh pemberitaan tidak benar khususnya di media sosial. Menurutnya banyak pemberitaan di medsos yang mengatakan bahwa Covid-19 adalah konspirasi dan sebagainya.

 

"Masyarakat yang mudah terprovokasi akan mudah terbawa dengan broadcast-broadcast tidak benar yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk sebuah kepentingan," ungkapnya, Selasa (24/11).

 

Oleh karenanya, Kiai Taufik mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi berita-berita dari sumber terpercaya agar terhindar dari tindakan yang dapat membahayakan diri dengan tidak acuh pada protokol kesehatan. Konsumsi berita yang tidak dari sumber terpercaya juga akan mengakibatkan beban psikologis yang berdampak negatif bagi kejiwaan sehingga dapat mengakibatkan penurunan imun tubuh.

 

"Menyikapi ini semua kami dari PCNU Kabupaten Pringsewu terus mengingatkan warga masyarakat khususnya warga NU untuk tetap istiqamah dan tidak lelah untuk menerapkan protokol kesehatan," jelasnya.

 

Apalagi di Kabupaten Pringsewu, kondisi penyebaran Covid-19 terus mengalami peningkatan setiap harinya. Sampai dengan 24 November 2020 telah tercatat 66 orang positif, 3 orang meninggal dunia, dan penambahan suspect Covid-19 terus terjadi setiap harinya. Kondisi ini mengakibatkan Pringsewu masuk dalam zona oranye.

 

Untuk mengingatkan warganya dan seluruh masyarakat di Pringsewu, PCNU telah menerbitkan imbauan dalam menyikapi peningkatan Covid-19 di Pringsewu. Pertama, tidak lelah untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan melalui 3 M dalam setiap aktivitas yakni Mengenakan Masker, Menghindari Kerumunan, dan Mencuci Tangan). Kedua, menunda berbagai aktivitas organisasi yang mengumpulkan banyak orang (massa) terlebih kegiatan yang sulit untuk menerapkan protokol kesehatan.

 

Ketiga, mengkonsumsi berita-berita dari sumber terpercaya agar terhindar dari beban psikologis yang berdampak negatif bagi kejiwaan sehingga dapat mengakibatkan penurunan imun tubuh. Keempat, mengurangi kegiatan bepergian ke berbagai tempat umum terutama bepergian ke luar daerah yang memiliki status zona kuning, orange, atau merah. Kelima, meningkatkan kepekaan sosial dengan membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 khususnya di bidang ekonomi dan kesehatan.

 

Keenam, senantiasa berikhtiar, berdoa, dan bertawakkal kepada Allah melalui amalan yang telah diijazahkan oleh para ulama serta optimis bisa melewati pandemi Covid-19 dengan sehat dan selamat. Ketujuh, kepada seluruh pengurus NU, Badan Otonom, dan Lembaga untuk dapat menjadi tauladan baik bagi lingkungan dan mengingatkan masyarakat untuk terus berupaya memutus rantai penyebaran Covid-19.


 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan

BNI Mobile