Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Menaker Sebut Bonus Demografi Anugerah Sekaligus Tantangan

Menaker Sebut Bonus Demografi Anugerah Sekaligus Tantangan
Menaker Ida Fauziyah (Foto: dok NU Online)
Menaker Ida Fauziyah (Foto: dok NU Online)

Jakarta, NU Online
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Ida Fauziyah mengatakan, merujuk survei yang dirilis oleh McKinsey Global institute 2012, negara Indonesia akan diprediksi menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ketujuh  dunia pada tahun 2030. Salah satu Alasannya adalah Indonesia mendapatkan puncak bonus demografi pada tahun 2020-2035.

 

Pada periode tersebut penduduk usia produktif usia 15-64 tahun jauh lebih besar dibandingkan usia penduduk non produktif. Bonus demografi ini menjadi jembatan emas untuk mengantarkan Indonesia salah satu negara maju.


"Bonus demografi adalah jembatan emas yang disediakan oleh Allah SWT untuk mengantarkan bangsa Indonesia menjadi negara yang maju. Namun, untuk melintasi jembatan emas bonus demografi ini ada syarat yang harus dipenuhi," kata Ida Fauziyah saat memberikan sambutan pembuka pada acara Konbes IPPNU, Jumat (27/11) siang.

 

Untuk menghadapi bonus demografi ada syarat yang harus dipenuhi yakni penduduk usia produktif harus memilki skill dan kompetensi untuk memenangkan persaingan global. "Untuk mencapai hal tersebut saat ini kita dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah," ujar Ida Fauziyah.

 

Data BPS yang baru dirilis menunjukkan pada bulan Agustus  2020 ada 138 juta angkatan kerja yang terdiri dari 128 juta pendudk yang bekerja. Dari data tersebut ditemukan sekitar 57 persen lebih penduduk bekerja memiliki pendidikan rendah SMP ke bawah, dan skill terbatas, serta masih tingginya presentase pekerja yang ada di sektor informal. Terdapat juga tantangan dari sisi produktivitas, data menunjukkan produktivitas pekerja Indonesia masih tertinggal.


Menurut data ILO tingkat pertumbuhan output tahunan pekerja Indonesia masih rendah. Bahkan di bawah rata-rata negara berpenghasilan menengah ke bawah. Tingkat produktivitas pekerja kita juga masih di bawah negara Vietnam.

 

Data terkini juga menunjukkan ada 9,7 juta penganggur dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 7,07 persen. Ada kenaikan jumlah penganggur dan TPT yang signifikan akibat adanya dampak pandemi dan ini bila dibandingkan dengan data sebelumnya. Menurut perhitungan BPS ada 29,12 juta penduduk usia pekerja yang terdampak pandemi. 

 

Menaker menyebutkan melihat segala kondisi tantangan yang dihadapi, ditambah lagi dengan proses transformasi ketenagakerjaan yang sudah  berlangsung akibat revolusi industri 4.0, kita harus cepat bergerak dengan memanfaatkan seluruh bonus demografi yang puncaknya sudah semakin dekat agar kita tidak tertinggal dengan persaingan global yang sangat ketat.

 

Pemerintah sudah bergerak dengan menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai fokus saat ini. Masifikasi pendidikan vokasi dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi SDM Indonesia agar produktif dan berdaya saing.

 

"Perbaikan regulasi dan tata kelola di berbagai bidang sudah dibuat untuk menjawab tantangan ini. Oleh karena itu saat ini tidak ada pilihan, kita harus berkolaborasi, bekerja keras untuk bersama-sama mengatasi semua tantangan yang kita hadapi. Terutama pemuda saat ini yang menjadi kunci untuk memanfaatkan bonus demografi," katanya. 


Kontributor: Nubzah Tsaniyah
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online