Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Hari Ini Gerhana Bulan Penumbra, Tidak Disunahkan Shalat Khusuf

Hari Ini Gerhana Bulan Penumbra, Tidak Disunahkan Shalat Khusuf
Konfigurasi posisi Matahari, Bumi dan Bulan yang menghasilkan peristiwa Gerhana Bulan Total (GBT), Gerhana Bulan Sebagian (GBS) dan Gerhana Bulan Penumbra (GBP).
Konfigurasi posisi Matahari, Bumi dan Bulan yang menghasilkan peristiwa Gerhana Bulan Total (GBT), Gerhana Bulan Sebagian (GBS) dan Gerhana Bulan Penumbra (GBP).

Jakarta, NU Online
Gerhana Bulan Penumbra atau samar akan terjadi pada Senin (30/11) ini pada pukul 14:32:19 WIB hingga 18:53:19 WIB. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menegaskan bahwa meskipun terjadi gerhana, tetapi tidak disunnahkan melaksanakan shalat gerhana bulan (khusuf al-qamar).


“Gerhana Bulan Penumbra tidak menjadi dasar penyelenggaraan shalat Gerhana Bulan. Secara fikih, Shalat Gerhana Bulan hanya digelar apabila gerhana tersebut merupakan gerhana yang kasat mata sehingga terlihat dengan jelas menggelapnya bagian bulan,” kata KH Sirril Wafa, Ketua LF PBNU, melalui siaran tertulisnya pada Senin (30/11).


Meskipun gerhana, namun jenis ini sangat sulit dibedakan dengan ketampakan bulan purnama biasa. Ketampakan Gerhana Bulan Penumbra ini akan terjadi di seluruh Indonesia meski tidak secara utuh. “Karena gerhana sudah terjadi saat bulan terbit dari lokasi manapun di Indonesia,” katanya.


Gerhana akan terjadi mulai pukul 14:32:19 WIB, pertengahan pada pukul 16:42:49 WIB, dan berakhir pada pukul 18:53:19 WIB. Fase–fase gerhana tersebut sama untuk seluruh Indonesia. Kesamaan lainnya, di seluruh Indonesia tidak ada yang mengalami fase–fase gerhana secara utuh karena gerhana sudah terjadi manakala bulan terbit.


Dari hasil hisab diketahui, durasi ideal Gerhana Bulan Penumbra adalah 4 jam 21 menit, yakni dari awal hingga akhir gerhana. Namun durasi aktual Gerhana Bulan Penumbra, yakni dari terbitnya bulan hingga akhir gerhana, adalah bervariasi. Durasi aktual terbesar terjadi di kota Jayapura (Provinsi Papua) yakni sebesar 2 jam 19 menit. Sedangkan durasi aktual terkecil terjadi di kota Banda Aceh (Provinsi Aceh) yakni hanya sebesar 32 menit.


Adapun magnitudo gerhana mencapai 83 persen penumbra sehingga bagian cakram bulan tersebutlah yang akan tertutupi oleh kerucut bayangan tambahan bumi, sedangkan kerucut bayangan inti bumi (umbra) tidak menutupi sama sekali.


Hasil hisab juga menunjukkan bahwa sepanjang tahun 1442 H akan terjadi dua peristiwa Gerhana Bulan Penumbra, yakni Gerhana Bulan Penumbra pada 15 Rabiul Akhir 1442 H atau 30 November 2020 M dan Gerhana Bulan Penumbra Total pada Syawwal 1442 H atau bertepatan Juni 2021 M.  


Sebagaimana diketahui, Gerhana Bulan Penumbra (al–khusuf al–qamar) terjadi saat bumi, bulan dan matahari benar-benar sejajar dalam satu garis lurus ditinjau dari perspektif tiga-dimensi dengan bumi berada di antara bulan dan matahari. Dalam khazanah ilmu falak, Gerhana Bulan Penumbra terjadi bersamaan dengan oposisi bulan-matahari (istikbal) dengan bulan menempati salah satu di antara dua titik nodalnya, titik potong khayali di langit dimana orbit bulan tepat memotong ekliptika (masir asy–syams), yakni bidang edar orbit bumi dalam mengelilingi matahari.


Sebagai akibat kesejajaran tersebut, pancaran sinar matahari yang menuju ke bundaran bulan akan terhalangi oleh bumi. Maka, peristiwa Gerhana Bulan Penumbra selalu terjadi di malam hari. Mengingat ukuran bumi lebih besar dibanding bulan dan bergantung kepada geometri pemblokiran sinar matahari saat gerhana, maka bagian bumi manapun yang sedang mengalami malam hari dapat menyaksikan peristiwa gerhana bulan.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Muhammad Faizin

Posisi Bawah | Youtube NU Online