Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ketenteraman Negara Dimulai dari Keluarga

Ketenteraman Negara Dimulai dari Keluarga
Peringatan Maulid Nabi oleh Muslimat NU DKI Jakarta, Senin (7/12). (Foto: Istimewa)
Peringatan Maulid Nabi oleh Muslimat NU DKI Jakarta, Senin (7/12). (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online​​​​​​​
Pengurus Wilayah Muslimat NU DKI Jakarta mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW​​​​​​​ Senin (7/12).

 

Ketua PWNU DKI Jakarta Hj Hisbiyah Rochim mengatakan peringatan Maulid Nabi bertujuan meneladani akhlah Rasulullah untuk mewujudkan kedamain. "Tujuan dan harapan kami peringatan ini menguatkan mahabbah atau cinta kita kepada Rasulullah SAW karenanya tadi diawali dengan membaca Maulid Nabi," kata dia.


Ia mengingatkan bahwa Rasulullah diutus Allah untuk memperbaiki akhlak umat manusia pada masa jahiliah. Akhlak dan perilaku ini juga sangat penting di dalam perilaku masyarakat saat ini. 

 

"Harapan kami dalam situasi sekarang di masa pandemi kita teta dapat mengikuti akhlak Rasulullah baik dalam keluarga, masyarakat dan dalam kehidupan berbangsa," ujarnya.


Dengan mengikuti Rasulullah SAW di dalam hidup ada rasa kesejukan kebahagiaan, cinta dan kedamaian, cinta kepada tanah air dan sesama saudara sebangsa. Salah satu wujud akhlak yang baik yang harus diikuti adalah dengan menghindari mengucapkan kata-kata kasar, baik dalam berdakwah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

 

Penasihat Muslimat NU Hj Machfudhoh Aly Ubaidi mengatakan dengan meneladani Rasulullah masyarakat dapat mewujudkan kehidupan bangsa yang aman dan damai.

 

Penyelenggaraan Maulid Nabi secara virtual dikatakannya membuktikan semangat juang Muslimat NU yang tidak padam namun tetap menggelora dan terus menggelombang. Ia mengatakan dengan Maulid ini akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dan rasa cinta serta menambahkan semangat zikir dan pengabdian Muslimat NU kepada masyarakat.

 

"Kunci utama tugas kita lebih nyata dan komplit karena Muslimat NU bukan untuk dilayani tetapi melayani. Baik berupa majelis taklim, panti asuhan, PAUD, klinik pendidikan yang lain harus dikawal. Inilah kehebatan Muslimat NU yang kelihatannya emak-emak organisasi kuno ketika ada corona menggunakan virtual," ungkapnya.

 

Ia menegaskan semangat Muslimat NU tidak pernah bertentangan dengan Indonesia dan justru menunjukkan kebesaran partisipasi serta kekuatan untuk melestarikan apa yang diberikan Indonesia. 

 

 

Muslimat NU diharapkan juga dapat merangkul generasi muda dan itu bisa dimulai dari dalam keluarga. Tugas dari Muslimat NU tetap harus merangkul dan memotivasi di dalam keluarga.
Keluarga adalah dasar utama bekal tenteramnya negara. Tanpa itu, negara akan rapuh.

 

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Alhafiz Kurniawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online