Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kwarnas: Sako Ma’arif NU Jadi Model Organisasi Kepramukaan

Kwarnas: Sako Ma’arif NU Jadi Model Organisasi Kepramukaan
Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif NU.
Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif NU.

Jakarta, NU Online

Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif NU menjadi organisasi pramuka inovatif. Banyak gagasan-gagasan baru tumbuh dari Sako Ma’arif NU yang diaktualisasikan dalam kegiatan kepramukaan. Baik tingkat nasional, wilayah, cabang dan gugus depan dinamis yang melahirkan giat baru yang jadi inspirasi bagi organisasi lain.
 

Demikian disampaikan Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Supriyadi dalam kegiatan Karang Pamitran Sako Ma’arif NU, Kamis lalu. Supriyadi hadir mewakili Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Geraka Pramuka Budi Waseso yang berhalangan hadir.


Karang Pamitran diselenggarakan secara virtual diikuti oleh seluruh ketua wilayah dan cabang Sako Ma’arif NU di seluruh Indonesia. Selain Kwarnas, hadir pula Deputi Kepemudaan Kemenpora Asrorun Ni’am Sholeh.


Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB, diawali dengan Sambutan Ketua Sako Ma’arif NU Pusat KH Muchsin Ibnu Djuhan, kemudian dilanjutkan dengan Ketua Mabin Sako Ma’arif NU Pusat KH Z Arifin Junaidi sekaligus membuka Karang Pamitran tahun 2020.


Supriyadi menilai, gerakan Sako Ma’arif NU telah memberikan spirit bagi organisasi Sako lainnya, tidak  hanya dalam bentuk kemah yang diselenggarakan secara rutin dan besar, tapi juga giat-giat kepramukaan yang menggeliat di tubuh Sako Ma’arif NU.


“Giat pioneering digagas Ma’arif NU memberikan warna baru kegiatan-kegiatan kepramukaan di Indonesia. Giat ini baru pertama di Indonesia telah diadopsi oleh Sako (Satu Komunitas) lainnya,” ujar Supriyadi.


Supriyadi mengapresiasi gagasan baru dari Sako Ma’arif NU. Dalam pandangannya, lahirnya gagasan giat pioneering yang diadopsi Sako lainnya hal wajar. Karena Sako Ma’arif NU tumbuh dan besar dalam kantong-kantong lembaga yang berbasis pesantren.


Lebih jauh, Supriyadi menyebutkan, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berharap besar pada Sako Ma’arif NU untuk terus melakukan inovasi-inovasi baru dalam konteks kepramukaan. Peluang tersebut sangat terbuka bagi Sako Ma’arif NU melihat sejarahnya.


“Kwarnas berharap peran Sako Ma’arif NU tidak hanya dalam konteks giat, tetapi juga lahirnya buku-buku panduan baru yang digali dari kepanduan NU yang besar,” ucap Supriyadi.


Selain itu, sambung Supriyadi, peran yang juga dapat dilakukan Sako Ma’arif NU adalah menggagas terselenggaranya kemah internasional. “Saya secara pribadi berharap Sako Ma’arif NU mulai menginisiasi kemah internasional, minimal tingkat Asia Pasifik,” imbuhnya.


Sementara itu, Deputi Kepemudaan Kemenpora Asrorun Ni’am Sholeh menegaskan, peran Sako Ma’arif NU dalam membentuk karakter bangsa cukup strategis. Sebagai organisasi kepanduan, Sako Ma’arif NU telah jadi wadah untuk membina dan meningkatkan kualitas pemuda.


Menurut Ni’am, setidaknya ada tiga hal dapat dijadikan acuan Sako Ma’arif NU menggerakkan organisasinya. Tiga hal tersebut adalah komitmen penguatan ideologi Pancasila, komitmen penguatan kepemimpinan (leadership), dan komitmen penumbuhan kewirausahaan (entrepreneurship).


“Ketiga hal tersebut hendaknya jadi jangkar Sako Ma’arif NU dalam memperkuat tumbuhnya nasionalisme yang dapat dilaksanakan secara akselerasi, kolaborasi, dan internalisasi,” ujar Ni’am dalam diskusi bertema “Mempersiapkan Pramuka Penggerak Sako Ma’arif NU dalam Penanaman Nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyyah.”


Karang Pamitran Sako Ma’arif NU untuk kali pertama dalam sejarah kepramukaan dilaksanakan secara virtual mendapat sambutan luas dari seluruh wilayah dan cabang seluruh Indonesia. Sebanyak 637 peserta telah mendaftar, namun yang berhasil gabung pertemuan virtual sebanyak 391.


Kegiatan Karang Pamitran meliputi empat bagian. Diawali pembukaan oleh Ketua Mabin Sako Ma’arif NU KHZ Arifin Junaidi, kemudian dilanjutkan diskusi dipandu oleh Sekretaris Mabin Harianto Oghie, praktik baik Sako Ma’arif NU Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat dipandu Sekretaris Sako oleh Soleh Abwa, dan pembacaan hasil Karang Pamitran oleh Wakil Sekretaris Sako Ma’arif NU Yanto Bashri. Sementara pembawa acara oleh Neneng Rahmawati.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon

Posisi Bawah | Youtube NU Online