Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ulama Karismatik Aceh Abu Paloh Gadeng Wafat

Ulama Karismatik Aceh Abu Paloh Gadeng Wafat
Tgk H Mustafa Ahmad atau lebih akrab disapa Abu Paloh Gadeng. (Foto: NU Online/Helmi)
Tgk H Mustafa Ahmad atau lebih akrab disapa Abu Paloh Gadeng. (Foto: NU Online/Helmi)
Banda Aceh, NU Online
Innalilahi wa innailahi rajiun, kabar duka melanda bumi Serambi Mekkah, Aceh. Seorang ulama kharismatik Aceh Utara, Tgk H Mustafa Ahmad atau lebih akrab disapa Abu Paloh Gadeng wafat, Rabu (16/12). 
 
Almarhum tutup usia pada usia 70 tahun di salah satu rumah sakit (RS) Banda Aceh. Ia adalah Pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda di Gampong Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. 
 
"Innalillahi wainnailaihi rajiun. Guru kita Al-Mukarram Abu Paloh Gadeng meninggal dunia sekitar pukul setengah sebelas, di Rumah Sakit Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh," kata Tgk Rahmadhanil M Yacob.
 
Guru Dayah Al-Madinatuddiyah Babussalam Bireuen ini menjelaskan, almarhum adalah sosok ulama yang karismatik. Ia meninggal dunia sekitar pukul 10.20 WIB setelah sebelumnya sempat mendapat perawatan medis karena kondisi fisiknya yang kurang baik.
 
Jenazah Abu Paloh Gadeng direncanakan akan dimandikan dan dimakamkan di rumah duka, kompleks Dayah Paloh Gadeng. 
 
Abu Paloh Gadeng memiliki delapan anak, yaitu Zunuwanis, Rahmah, Marhamah, Muhammad Nazir, Baidarus, Wardah, Ihsan Maulana, dan Maisarah.
 
Informasi yang dihimpun media ini Abu Paloh Gadeng merupakan sosok ulama yang lama berguru di Dayah Madinatuddiniyah Babussalam Blang Blahdeh Bireuen. Ia juga merupakan salah satu murid senior Abu Tumin Blang Blahdeh.
 
Almarhum menimba ilmu selama 21 tahun di dayah yang dipimpin ulama besar Abu Tumin Blang Bladeh, Bireuen. Setelah sekian lama menuntut ilmu di dayah ini, Abu Paloh Gadeng kemudian pulang dan mendirikan Dayah Darul Huda di Paloh Gadeng, Dewantara, Aceh Utara tahun 1987.
 
Dayah yang diasuh almarhum terus mengalami perkembangan. Hal ini ditandai dengan sejumlah santri yang menimba ilmu di sini berasal dari daerah yang beragam. Mulai dari Aceh Utara hingga luar daerah.
 
Sementara jabatan almarhum selama hidupnya di antaranya sebagai Abu pengurus Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara, Wakil Ketua MPU, ketua MPU Aceh Utara, dan sejumlah jabatan lainnya.
 
Kontributor: Helmi
Editor: Syamsul Arifin
Posisi Bawah | Youtube NU Online