Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ada Corona Baru, Belanda Larang Penerbangan dari Inggris

Ada Corona Baru, Belanda Larang Penerbangan dari Inggris
Pemerintah mengimbau warga Belanda untuk tidak bepergian kecuali sangat diperlukan. (Foto: saudigazette.com)
Pemerintah mengimbau warga Belanda untuk tidak bepergian kecuali sangat diperlukan. (Foto: saudigazette.com)

Jakarta, NU Online

Pemerintah Belanda melarang semua penerbangan penumpang dari Inggris sejak Ahad (21/12). Pelarangan ini dilakukan setelah adanya temuan jenis virus corona baru di Inggris yang diklaim lebih cepat menular. 

 

Diberitakan saudigazette.com, pelarangan itu berlaku hingga 1 Januari 2021. Larangan itu terbit beberapa jam setelah Inggris mengeluarkan pembatasan yang lebih ketat bagi sebagian negara itu untuk pencegahan menyebarnya varian virus baru.

 

Pemerintah mengimbau warga Belanda untuk tidak bepergian kecuali sangat diperlukan. Negara ini melakukan lockdown selama lima minggu hingga pertengahan Januari dengan sekolah dan semua toko yang tidak penting ditutup.


 
"Mutasi infeksi virus Covid-19 beredar di Inggris. Dikatakan menyebar lebih mudah dan lebih cepat serta lebih sulit dideteksi," kata Kementerian Kesehatan Belanda.

 

Badan Kesehatan Masyarakat Belanda merekomendasikan bahwa setiap pengenalan jenis virus ini dari Inggris Raya dibatasi sebanyak mungkin dengan membatasi dan/atau mengendalikan pergerakan penumpang.


Pada awal Desember, pengambilan sampel kasus di wilayah Belanda telah mengungkapkan virus dengan varian yang dijelaskan di Inggris. Para ahli sedang melacak kasus yang virus baru ini apakah ada keterkaitannya dengan Covid-19.

 

Kabinet Perdana Menteri Mark Rutte sekarang telah mengambil keputusan pencegahan untuk melarang penerbangan dari Inggris, sebut pernyataan itu. Sementara, bentuk transportasi lain masih dalam peninjauan.

 

"Selama beberapa hari ke depan, bersama dengan negara anggota Uni Eropa lainnya, (pemerintah) akan menjajaki ruang lingkup untuk lebih membatasi risiko jenis baru virus yang dibawa dari Inggris," tulis pernyataan itu.

 

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Fathoni Ahmad

Posisi Bawah | Youtube NU Online