Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Pimpin BRGM, Hartono Tegaskan Pentingnya Jaga Ekosistem Gambut dan Mangrove

Pimpin BRGM, Hartono Tegaskan Pentingnya Jaga Ekosistem Gambut dan Mangrove
Kepala BRGM Hartono (kiri) bersama Presiden Joko Widodo. (Foto: BRG)
Kepala BRGM Hartono (kiri) bersama Presiden Joko Widodo. (Foto: BRG)

Jakarta, NU Online
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melantik Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/12). Lembaga ini sebelumnya bernama Badan Restorasi Gambut (BRG) yang dibentuk pemerintah berdasarkan Perpres no 1 tahun 2016. 

 

Karena peran dan kontribusinya yang baik dalam memulihkan ekosistem gambut dan mampu menekan angka kebakaran hutan di 7 provinsi di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun, kini, BRG diberikan tugas tambahan oleh presiden. Selain lahan gambut, BRG diminta ikut serta memulihkan mangrove sehingga nama lembaga ini dirubah menjadi BRGM.

 

Kepada awak media, Kepala BRGM Hartono menegaskan bahwa ekosistem gambut dan mangrove merupakan dua ekosistem yang penting untuk diselamatkan. Sebab, akan mempengaruhi kondisi kelestarian alam Indonesia. 

 

Dia pun mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepeduliannya terhadap ekosistem gambut dan mangrove yang tersebar di 13 provinsi yang ada di Indonesia.  

 

"Di beberapa lokasi, ekosistem gambut terhubung dengan mangrove sehingga perlindungan mangrove sekaligus melindungi ekosistem gambut juga. Kita harus memahami karakteristik kedua ekosistem ini dengan baik," tutur Hartono kepada wartawan seusai pelantikan. 

 

Hartono menjelaskan, kerusakan dua ekosistem ini disebabkan oleh pemanfaatan yang tidak sesuai dengan karakteristik gambut dan mangrove. Apalagi keduanya menjadi bagian dari ekosistem yang sangat perlu dilindungi. 

 

BRGM, katanya, akan bersinergi dengan kementerian terkait, pemda dan instansi lain untuk memulihkan ekosistem gambut dan mangrove yang rusak. Dalam tugas baru ini, upaya percepatan dilakukan pada 1,2 juta hektare ekosistem gambut dan 600 ribu mangrove. 

 

"Nah ini yang juga yang harus diketahui. Seblumnya ketika lembaganya bernama BRG kami ditugaskan di 7 provinsi sebagai target restorasi gambut. Kini setelah berubah jadi BRGM akan diperluas ke enam provinsi baru, khususnya untuk mangrove," tutur dia. 

 
Dia merinci, enam proovinsi itu antara lain, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua Barat. 

 

Secara terpisah, Kepala BRG periode 2016-2020, Nazir Foead mengucapkan selamat kepada Hartono telah mengemban amanah baru.  Dia optimis Hartono dapat membawa BRGM menjadi lebih baik. 

 

"Saya percaya Pak Hartono sudah sangat berpengalaman mengurus lembaga ini karena kami sama-sama merintis BRG dari awal. Mari kita dukung kerja BRGM ke depan," tegasnya. 

 

Untuk diketahui, Hartono atau akrab dipanggil Pak Har sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris BRG. Beliau adalah birokrat karir yang sebelum bergabung di BRG bertugas di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

 

Dilahirkan di Ngawi, Jawa Timur 58 tahun yang lalu, Pak Har pernah mengurus rehabilitasi hutan dan lahan dan pengelolaan konservasi di Indonesia. 

 

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online