Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kepala BRGM Tegaskan Pemulihan Ekosistem Gambut Butuh Kerja Sama Banyak Pihak

Kepala BRGM Tegaskan Pemulihan Ekosistem Gambut Butuh Kerja Sama Banyak Pihak
Serah terima jabatan dari Kepala BRG periode 2016-2020 kepada Kepala BRGM 2020-2024 di Menara Bidakara 2, Jakarta Selatan, Selasa (29/12). (Foto: BRG)
Serah terima jabatan dari Kepala BRG periode 2016-2020 kepada Kepala BRGM 2020-2024 di Menara Bidakara 2, Jakarta Selatan, Selasa (29/12). (Foto: BRG)

Jakarta, NU Online
Struktur ekosistem gambut rusak yang ada di tujuh provinsi di Indonesia terus menjadi perhatian pemerintah. Kasus kebakaran tahun 2015 di Jambi dan Riau menjadi masa kelam yang tidak diharapkan lagi. 

 

Kebakaran yang disebabkan oleh pembukaan lahan perkebunan tersebut terbukti memiliki dampak buruk terhadap lingkungan dan masyarakat secara luas. Saat itu, karena kebakaran, sekolah ditutup, kegiatan di Bandara dihentikan dan jutaan masyarakat terpapar penyakit saluran pernafasan (ispa). 

 

Selanjutnya, pemerintah melalui Peraturan Presiden no 1 tahun 2016 membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG). Tujuannya, agar lahan-lahan gambut yang terdegradasi dapat kembali dipulihkan dan kebakaran tidak terjadi lagi. Masyarakat pun semakin sadar akan lahan gambut yang harus dirawat. 

 

Pada Rabu (23/12) lalu, presiden memperpanjang masa tugas BRG berdasarkan SK no 78/M tahun 2020 tentang pengangkatan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Atas pengangkatan kepala BRGM dan karena capaian kinerjanya BRG yang baik, presiden ingin BRG juga mengurusi mangrove yang ada di pesisir Indonesia.

 

Kepala BRGM RI Hartono megatakan BRGM berkomitmen terus memaksimalkan peran pemerintah dalam merawat dan memulihkan ekosistem gambut yang rusak. Menurutnya, memulihkan jutaan lahan gambut di Indonesia tidak cukup dilakukan oleh pemerintah semata. Pihaknya merasa berkeharusan menggandeng pihak-pihak terkait terutama masyarakat yang hidup di lahan gambut.

 

"Persoalan gambut terdegradasi tidak dilakukan oleh pemerintah dan pemegang konsesi saja, semua pihak dilibatkan. Pak presiden merangkul komponen bangsa, tak lain tak bukan agar persoalan bangsa oleh kita semua diselesaikan dengan secepat-cepatnya," kata Hartono saat sambutan serah terima jabatan dari Kepala BRG periode 2016-2020 kepada Kepala BRGM 2020-2024 di Menara Bidakara 2, Jakarta Selatan, Selasa (29/12). 

 

Dia bercerita awal mula BRG dibentuk dan langsung mendapatkan tugas dari Presiden Joko Widodo. Pada tahun pertama, BRG diminta untuk memulihkan 600  ribu hektar lahan gambut di 7 provinsi. "Presiden yang kita tahu seperti itu. Justru kalau targetnya kecil nggak terealisir," tutur Hartono. 

 

Hartono menceritakan bagaimana perjuangan Kepala BRG 2016-2020 Nazir Foead bersama empat deputi untuk merealisasikan target presiden terkait pemulihan lahan gambut yang rusak. Presiden berkali-kali menyampaikan bahwa BRG dibentuk untuk mengakslerasi gambut-gambut yang terdegradasi. 

 

"Di sini beruntung presiden memilih Pak Nazir Foead sebagai kepala BRG. Beliau ingin merangkul berbagai posisi kepentingan. Dan, kita tahu ciri khas Presiden di pemerintah memang begitu. BRG dipimpin oleh Pak Nazir yang latar belakangnya adalah NGO, tentu harapannya agar target-target tersebut cepat direalisasikan," ujar dia.

 

Sementara itu, Kepala BRG RI periode 2016-2020 Nazir Foead mengatakan, banyak sekali momentum berharga selama menjabat sebagai pimpinan di BRG bersama para deputi. Kerja keras, siang malam harus dilalui agar semua yang diharapkan presiden dapat diwujudkan. 

 

Beruntung, kata Nazir, dia dibantu oleh para deputi yang memiliki keahlian mumpuni dalam bidang gambut. Akhirnya, target yang diinginkan presiden pun tercapai. Itu, kata dia, menjadi rasa haru tersendiri yang muncul dari benaknya.

 

"Misalnya dari jumlah infrastruktur skat kanal dan pembasahan, sumur bor, kanal timbun yang kita bangun. Ada 20 ribu lebih di tujuh provinsi," ujar dia.

 

Sementara target 500 ribu hektar lahan gambut di lahan konsesi yang diminta presiden juga telah tercapai dengan baik. Bahkan, BRG mampu memulihkan lahan gambut yang rusak pada lahan konsesi sampai 800 ribu hektar.

 

"Ini kerja keras kita semua," lanjut Nazir.

 

Sertijab dari kepala BRG periode 2016-2020 Nazir Foead kepada Kepala BRGM Hartono berjalan dengan lancar dan sukses. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Alue Dohong dan para deputi BRG. Tak lupa para pegawai BRG dan mitra kerja BRG turut menghadiri acara sakral di tubuh pemerintahan tersebut.


Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor:  Kendi Setiawan

BNI Mobile