Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download
HAUL KE-11 GUS DUR

Marjinal dan Efek Rumah Kaca Meriahkan Haul Ke-11 Gus Dur Malam Ini

Marjinal dan Efek Rumah Kaca Meriahkan Haul Ke-11 Gus Dur Malam Ini
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (Foto: dok. Pojok Gus Dur)
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (Foto: dok. Pojok Gus Dur)

Jakarta, NU Online

Haul ke-11 Gus Dur tahun 2020, akan diselenggarakan secara virtual pada Rabu (30/12) malam ini pukul 18.00 sampai 22.00 WIB. Acara peringatan hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid itu akan dimeriahkan dengan penampilan dua grup musik tanah air yakni Efek Rumah Kaca dan Marjinal. 


“Band Marjinal akan menyuarakan keadilan melalui lagu pada Haul Gus Dur 30 Desember 2020. Catat tanggal dan siapkan kuota,” demikian dikutip NU Online dari postingan akun Instagram Jaringan Gusdurian. 


Selain Efek Rumah Kaca dan Marjinal, dijadwalkan bakal hadir pula Pedangdut Inul Daratista dan Komika Arie Kriting. Keduanya akan menyampaikan testimoni semasa Gus Dur masih hidup dulu. Lalu ada juga Komika Zaka Ahmad atau Blindman Jack yang akan membuat Haul Gus Dur kali ini menjadi meriah.


Tak hanya itu, Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Nasaruddin Umar dan Penceramah Kondang KH Ma’ruf Islamuddin yang bakal memberikan mauizhoh hasanah. 


Haul yang bertema Persatuan dan Solidaritas untuk 1 Negeri 1 Cinta akan disiarkan langsung dari tiga kota yakni Jakarta, Yogyakarta, dan Jombang melalui beberapa kanal media. Di antaranya 164 Channel, halaman facebook KH Abdurrahman Wahid, dan TV9 Nusantara.


Ketua Panitia Haul Gus Dur 2020 Anita Hayatunnufus (Anita Wahid) menjelaskan, tema yang diangkat pada peringatan haul tahun ini merupakan wujud untuk mengingatkan bangsa Indonesia agar tetap bersatu dan bersolidaritas. 


Hal tersebut lantaran Indonesia baru saja keluar dari berbagai macam kontestasi politik yang membikin polarisasi di tengah masyarakat. Usai keluar dari perpecahan itu sehingga masyarakat Indonesia terbelah menjadi dua kubu, pandemi Covid-19 pun datang. 


Di masa sulit-sulit selama masa pandemi ini, kata Anita, masyarakat Indonesia sebenarnya punya modal sosial untuk yang sangat kuat yakni gotong-royong. Saat Covid-19 muncul, hal pertama yang dilakukan masyarakat adalah saling membantu satu sama lain.


“Masyarakat Indonesia memastikan keluarga, orang-orang tersayang, dan orang-orang yang sangat terdampak oleh pandemi harus selamat dan aman. Bisa keluar dari kondisi sulit ini,” ungkap putri ketiga Gus Dur ini, dalam sebuah tayangan galawicara di TV9 Official, beberapa waktu lalu.


“Jadi kami mengangkat tema ini sebenarnya untuk mengingatkan kembali bahwa nilai-nilai yang pernah diajarkan Gus Dur merupakan modal sosial untuk memastikan kita semua bisa keluar dari berbagai macam tantangan yang menimpa bangsa ini,” pungkas Anita.


Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Fathoni Ahmad

Posisi Bawah | Youtube NU Online