Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Alissa Wahid: Gusdurian Mengabdi Bukan untuk Penghargaan

Alissa Wahid: Gusdurian Mengabdi Bukan untuk Penghargaan
Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid mengatakan , apa pun profesi warga negara, apa pun keterampilan yang dimiliki harus berani memberikan perannya bagi bangsa dan negara Indonesia. (Foto: NU Online/Suwitno)
Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid mengatakan , apa pun profesi warga negara, apa pun keterampilan yang dimiliki harus berani memberikan perannya bagi bangsa dan negara Indonesia. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online
Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid atau biasa disapa Alissa Wahid mendapatkan penghargaan dari Satgas NU Peduli Covid-19  kategori  Bu Nyai Inspiratif dalam Penanganan Covid-19 di Indonesia. 

 

Penganugerahan itu diberikan atas dedikasi Alissa Wahid bersama Gusdurian sepanjang tahun 2020. Gusdurian telah berkiprah untuk masyarakat dengan melakukan gerakan-gerakan sosial dalam rangka memberikan edukasi soal Covid-19. 

 

Menanggapi penghargaan tersebut, Alissa Wahid mengaku penghargaan itu bukan untuk dirinya tetapi untuk Gusdurian seluruh Indonesia. Selanjutnya, dia pun menegaskan bahwa Gusdurian mengabdi bukan untuk mendapatkan penghargaan tetapi panggilan sebagai warga negara. 

 

"Kami bekerja bukan untuk penghargaan tapi kami bekerja karena panggilan bagi setiap warga negara, untuk menjawab tantangan bangsa kita saat ini," kata Alissa Wahid, Kamis (31/12) pada sesi penyerahan penghargaan Satgas NU Award 2020 dalam rangkaian Refleksi Akhir Tahun Satgas NU Peduli.

 

Dia menjelaskan, apa pun profesi warga negara, apa pun keterampilan yang dimiliki harus berani memberikan perannya bagi bangsa dan negara Indonesia. Gusdurian, ujar dia, selalu mendukung kerja-kerja sosial yang mengarah terwujudnya keamanan bagi masyarakat. 

 

Kemudian, terkait Covid-19, Gusdurian mendukung kerja-kerja para petugas kesehatan dalam mengendalikan pasien Covid-19. Mereka, lanjutnya, merupakan garda terdepan yang harus diberikan apresiasi yang layak dari bangsa Indonesia. 

 

"Apa pun yang bisa kita lakukan. Apa yang bisa kita berikan selayaknya kita berikan apalagi dalam mendukung kerja-kerja para petugas kesehatan dan mereka-mereka yang berada di garda terdepan," tuturnya. 

 

Gusdurian bekerja untuk menguatkan tali asih masyarakat kepada para warga negara yang terdampak Covid-19. Beberapa kesempatan, Gusdurin menyalurkan bantuan agar masyarakat tersebut dapat kembali hidup normal seperti biasanya. 

 

"Terima kasih, semoga kita semua bisa memperkuat kerja sama kita, sinergi kita. Sehingga apa yang kita lakukan betul-betul bisa membawa manfaat dan menjadi saluran berkah buat mereka yang membutuhkan,” ujarnya. 

 

Sebelumnya, di pengujung tahun 2020, Satuan Tugas NU Peduli Covid-19 menggelar Refleksi Akhir sekaligus Peluncuran Car of Covid-19 Care (Mobil edukasi keliling CoC) dan Satgas Award di Kantor PBNU Jakarta, Kamis (31/12). 

 

Dalam kesempatan tersebut Ketua Satgas NU Peduli Covid-19 dr H Makky Zamzami memaparkan berbagai kegiatan dan capaian satgas NU Peduli Covid-19 yang telah bekerja kurang lebih satu tahun, mulai Maret hingga akhir Desember 2020. 

 

Menurutnya, Satgas NU Peduli Covid-19 telah dibentuk di seluruh  tingkatan kepengurusan NU dari wilayah dan cabang untuk melakukan edukasi, penyuluhan pencegahan virus Covid-19, dan pelayanan medis bagi para pasien terkonfirmasi virus Covid-19. 

 

"Langkah awal yang kami lakukan adalah melakukan pelatihan bagi para relawan tingkat pusat hingga daerah. Agar dapat memahami bagaimana melakukan edukasi di tengah-tengah komunitas dan masyarakat," jelasnya.

 

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online