Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Pentingnya Media Sosial untuk Perluas Pemasaran

Pentingnya Media Sosial untuk Perluas Pemasaran
Untuk melakukan pemasaran digital UMKM memerlukan sedikit riset terkait pengguna digital di lndonesia.
Untuk melakukan pemasaran digital UMKM memerlukan sedikit riset terkait pengguna digital di lndonesia.

Surabaya, NU Online 

Sebelum melakukan aktivitas online hal yang perlu dimengerti ialah betapa pentingnya peranan media sosial untuk kehidupan sehari-hari. Dari pengetahuan peranan media sosial kita bisa memetakan jumlah pengguna media sosial serta potensi apa saja yang bisa nantinya dijadikan nilai jual kepada mereka.

 

"Dari sini kita bisa memulai untuk melakukan pemasaran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan pemasaran digital," kata Adinda Julia Performance Marketing Strategy AdAsia Holding saat mengisi Webinar Peringatan Hari lbu bertema Pemberdayaan Perempuan Pelaku UMKM dengan Pemasaran Digital, Selasa (22/12). Webinar diadakan NU Online bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG).

 

Dikatakan untuk melakukan pemasaran digital UMKM memerlukan sedikit riset terkait pengguna digital di lndonesia. "Pengguna Youtube 88%, Whatshapp 84%, Facebook 82%, Instagram 79%, Twitter 56%. Dari chanel-chanel tersebut kita bisa menggunakan kesempatan dari media sosial, meskipun tidak menutut kemungkin ada saluran medsos lainnya," imbuhnya.

 

​​​​​​​Adinda menambahkan memang digital bukan sesuatu yang gratis. Pengguna akan mengeluarkan sedikit pembayaran sebagai bagian pengeluaran kebutuhan di media sosial.

 

"Tinggal kita alihkan yang biasanya pengeluaran untuk dana offline dialihkan sebagian kepada dunia online sebagai bentuk wujud pengembangan kita menuju UMKM  dengan pemasaran digital," jelasnya.

 

Di media sosial, lanjut dia, masyarakat juga bisa memetakan sesuai dengan kriteria diharapkan, sehingga dalam pemasaran digital bisa tepat sasaran. "Seperti pemasaran kita targetnya untuk siapa, laki-laki apa perempuan, interest-nya bisa kita arahkan juga untuk katagori umur dari berapa sampai berapa sesuai keinginan kita," ujar Julia.

​​​​​​​

Di sisi lain Yayuk Wahyuningsih Ketua (Pusat Koperasi) Puskop An Nisa Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur menjelaskan sebagaimana Muslimat memberdayakan perempuan melalui UMKM ini sangat potensial,  terlebih di masa pandemi Covid-19. "Salah satu pengabdian produktif Muslimat NU ya di ekonomi koperasi ini," jelasnya.

 

Ia berharap seluruh ibu-ibu di Nusantara diberikan kemampuan, kekuatan, serta kesehatan untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang belum selesai ini.

 

Kontributor: Hisam Malik
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online