Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Pentingnya Menguasai MIPA untuk Selesaikan Persoalan Kehidupan

Pentingnya Menguasai MIPA untuk Selesaikan Persoalan Kehidupan
Prestasi di sekolah Islam dalam bidang Matematika dan IPA belum selaras dengan harapan seluruh pihak. 
Prestasi di sekolah Islam dalam bidang Matematika dan IPA belum selaras dengan harapan seluruh pihak. 

Jakarta, NU Online
Di dunia pendidikan dasar dan menengah, Bahasa Inggris, Matematika serta Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) masih menjadi mata pelajaran yang dinilai relevan dengan kebutuhan lapangan kerja saat ini. 

 

Sebab itu, lembaga pendidikan di Indonesia terus mengembangkan model pelatihan dari mata pelajaran tersebut. Pelatihan diselenggarakan semata agar siswa-siswi di sekolah memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam bidang Bahasa Inggris dan MIPA. 

 

Presiden Direktur Lembaga Pelatihan Klinik MIPA, Ridwan Hasan Saputra mengatakan di lembaga pendidikan Islam, mata pelajaran Matematika dan IPA dibutuhkan peningkatan secara terus menerus. Menurut dia, sampai saat ini prestasi di sekolah Islam dalam bidang Matematika dan IPA belum selaras dengan harapan seluruh pihak. 

 

Sebut saja pada Olimpiade Matematika yang digelar rutin oleh pemerintah, keterlibatan sekolah berbasis Islam dirasa belum maksimal. Salah satu penyebabnya, kata dia, karena guru-guru di sekolah tidak memahami setiap soal yang kerapkali muncul dikontestasi antarlembaga pendidikan itu. 

 

Pernyataan itu disampaikan Ridwan Hasan Saputra saat menjadi pelatih pada kegiatan pelatihan Olimpiade MIPA yang digelar Lembaga Pendidikan Ma'arif NU secara virtual, Senin (11/1). Dalam kesempatan itu, perintis lembaga pelatihan dan pendidikan yang sudah hadir di seluruh penjuru Nusantara tersebut siap membantu LP Maarif NU dalam meningkatkan kualitas guru MIPA.

 

"Insyallah saya punya pengalaman banyak akan mengajarkan ilmu ini di LP Ma'arif NU. Kita berikan dengan cara gratis, jadi tolong Bapak-Ibu perhatikan dengan baik," kata dia.

 

Pelatihan Olimpiade MIPA memerlukan waktu yang panjang. Karena itu harus ada pelatihan lanjutan di luar pelatihan yang saat ini digelar oleh LP Ma'arif NU tersebut. Tak hanya itu, dia memberikan kemudahan bagi guru-guru NU jika ingin mengikuti pelatihan lanjutan. 


"Kita ingin sekolah berbasis Islam punya akses yang bagus dengan Olimpiade MIPA. Supaya muridnya bisa berprestasi. Olimpiade MIPA tujuannya bukan lomba, Tujuannya supaya Bapak-Ibu punya kemampuan menyelesaikan masalah. Muridnya mampu menyelesaikan masalah mereka, sehingga sukses di masa depan," tuturnya.

 

Sementara itu, Ketua LP Ma'arif NU H Arifin Junaidi mengatakan, pelatihan Olimpiade MIPA bagi guru-guru LP Ma'arif NU pertama kali dilaksanakan di tahun 2021. Bagi dia, pelatihan peningkatan kapasitas oleh LP Maarif NU jelas sangat penting. 

 

Memang, katanya, sejak dirinya dipilih menjadi Ketua LP Ma'arif NU oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memrioritaskan pelatihan MIPA dan Bahasa Inggris. Arifin menyadari kemampuan memahami dua mata pelajaran tersebut masih harus terus ditingkatkan oleh tenaga pendidik di lingkungan NU. 

 

"Kami, selama ini sudah melakukan pelatihan paling banyak 500 guru Matematika dan Bahasa Inggris," ujar dia.

 

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Kendi Setiawan

 

BNI Mobile