Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Setelah Tiga Tahun, Mesir Buka Kembali Ruang Udaranya untuk Qatar

Setelah Tiga Tahun, Mesir Buka Kembali Ruang Udaranya untuk Qatar
Mesir sudah membuka kembali ruang udaranya untuk penerbangan pesawat Qatar pada Selasa (12/1). (Ilustrasi: trademarkea)
Mesir sudah membuka kembali ruang udaranya untuk penerbangan pesawat Qatar pada Selasa (12/1). (Ilustrasi: trademarkea)

Kairo, NU Online
Mesir sudah membuka kembali ruang udaranya untuk penerbangan pesawat Qatar pada Selasa (12/1). Lebih dari itu, Mesir juga akan mengizinkan penerbangan antara dua negara tersebut. Langkah ini diambil setelah sejumlah negara Teluk dan Mesir mengakhiri pemboikotan terhadap Qatar. 


Seorang pejabata Bandar yang namanya disembunyikan, seperti diberitakan Aljazeera, Selasa (12/1), mengatakan bahwa sebuah pesawat Qatar Airways akan mendarat di Kairo pada Jumat (15/1) lusa.  
 

Al-Ahram, surat kabar nasional Mesir, melaporkan bahwa pencabutan penerbangan oleh Mesir tersebut memungkinkan penerbangan Qatar melintasi wilayah udara Mesir. Maskapai dari kedua negara tersebut juga bisa menyerahkan jadwal operasi penerbangan untuk nantinya disetujui bersama. 


Menurut sumber dari otoritas penerbangan sipil dan kementerian penerbangan, perjanjian yang akan diaktifkan itu juga akan memungkinkan pengangkutan barang antara Mesir dan Qatar.  


Dikutip Reuters, Selasa (12/1), maskapai Mesir, EgyptAir berencana untuk menjalankan penerbangan harian ke dan dari Doha. Jika ada permintaan banyak, maka penerbangan banyak bisa ditambahkan. 


Kepala EgyptAir mengatakan, pihaknya bisa melakukan penerbangan ke Qatar mulai 18 Januari mendatang. Menurutnya, selain penerbangan harian dari Kairo, ada empat penerbangan dalam sepekan yang akan dioperasikan dari Alexandria ke Doha. 


Sebagaimana diketahui, pada 2017 lalu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir mengembargo Qatar dengan tuduhan Qatar mendukung terorisme di sejumlah wilayah seperti Gaza, Libya, dan tempat lainnya. Qatar menyangkal tuduhan itu. Blokade ini sangat merugikan perekonomian Qatar dan negara-negara Teluk. Namun di sisi lain, embargo tersebut mendekatkan Qatar dengan ‘musuh’ Arab Saudi, yaitu Iran dan Turki. 


Butuh kesabaran dan diplomasi yang rumit untuk mencabut embargo negara-negara Teluk terhadap Qatar, terutama oleh Kuwait sebagai pemimpin mediator. Setelah tiga tahun berlalu, tepatnya pada Selasa (5/1/2021), Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, mengatakan bahwa Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir telah memulihkan hubungan diplomatik penuh dengan Qatar.


“Apa yang terjadi hari ini adalah…membalik halaman pada semua titik perbedaan dan pengembalian penuh hubungan diplomatik,” kata Pangeran Faisal saat konferensi pers di akhir KTT ke-41 Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) di Al-Ula, Arab Saudi. 


Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad

BNI Mobile