Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

ABCD Perempuan Dibahas MATAN UINSA

ABCD Perempuan Dibahas MATAN UINSA
Pada pembahasan 'ABCD Perempaun' Fajri berpesan kepada perempuan untuk tetap mencintai dirinya dan bangga menjadi perempuan, dan laki-laki juga tetaplah bangga menjadi laki-laki. 
Pada pembahasan 'ABCD Perempaun' Fajri berpesan kepada perempuan untuk tetap mencintai dirinya dan bangga menjadi perempuan, dan laki-laki juga tetaplah bangga menjadi laki-laki. 

Surabaya, NU Online
Perempuan adalah arsitektur peradaban, karena perempuanlah yang menjadi madrasatul ula (madrasah pertama) bagi anak-anaknya. Anak-anak yang kelak menjadi pemimpin dan mengubah peradaban, adalah berkat bimbingan dan pendidikan yang diberikan oleh perempuan.


Hal itu disampaikan oleh Fajri Zulia Ramdani saat mengisi Kajian Tematik Bedah Buku: ABCD Perempuan yang diselenggarakan oleh Pengurus Komisariat Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Rabu (13/1).


Fajri mengajak para perempuan untuk tetap bangga menjadi perempuan, terus semangat dan berkarya tanpa ada dikte dan definisi yang mengekang.

 

"Perempua, angkat kepalamu. Raih kemuliaanmu. Tunjukkan pesona pribadimu tanpa dikte dan definisi apa pun yang mengekang bebasmu. Aku di sini, dan kuharap juga kamu bangga menjadi perempuan," kata Dosen STAI Denpasar ini.

 

Penulis buku ABCD Perempuan ini menjelaskan tentang inspirasi ia menulis buku tersebut adalah karena adanya pengalaman pribadi dan adanya pengalaman dari orang lain. 


"Inspirasi saya menulis ini adalah karena adanya pengalaman pribadi dan juga adanya pengalaman dari orang lain yang berkaitan dengan perempuan. Buku ini berisi refleksi untuk perempuan agar terus berkarya dan semangat dalam meraih cita-cita, dan jangan malu menjadi perempuan," jelas alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) UIN Walisongo Semarang. 

 

Perlu diingat, kata Fajri, cinta pertama seorang perempuan adalah bukan laki-laki yang menikahinya, tetapi cinta pertama seorang perempuan adalah ayahnya. 

 

"Wahai perempuan. Cinta pertamamu bukan laki-laki yang hadir membersamai masa remajamu. Cinta pertamamu adalah lelaki pertama yang kamu lihat di rumahmu, mencintaimu, dan menerima segalanya tentangmu tanpa tapi. Dan kamu memanggilnya adalah ayah. Jadi, laki-laki calon ayah bersiaplah untuk menjadi ayah yang bisa menjadi panutan dan teladan untuk putri-putrimu kelak," tegas alumni Beasiswa Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Program Magister UIN Sunan Ampel Surabaya ini.


Fajri berpesan kepada perempuan untuk tetap mencintai dirinya dan bangga menjadi perempuan, dan laki-laki juga tetaplah bangga menjadi laki-laki. 

 

"Bagi para perempuan, banggalah kamu menjadi perempuan, perempuan adalah arsitektur peradaban. Dan bagi laki-laki, banggalah kamu menjadi laki-laki, yang bisa menghargai dan menghormati perempuan," pesan Fajri.

 

Penulis: Muhammad Alvin Jauhari
Editor: Kendi Setiawan

 

BNI Mobile