Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Gempa di Sulawesi Barat, PBNU Sampaikan Duka Mendalam

Gempa di Sulawesi Barat, PBNU Sampaikan Duka Mendalam
Ketua PBNU H Robiki Emhas (Foto: NU Online)
Ketua PBNU H Robiki Emhas (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ikut berduka atas peristiwa gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (15/1) dini hari. PBNU mendoakan masyarakat, mudah-mudahan selalu diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. 


Ketua PBNU H Robiki Emhas mengatakan, duka masyarakat Mamuju dan masyarakat Majene adalah duka masyarakat Indonesia. Semoga masyarakat selalu kuat dan sabar atas gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Barat tersebut. 


“Duka Mamuju duka kita semua. Semoga para korban terdampak diberi kekuatan, kesabaran dan ketabahan menghadapi musibah yang terjadi,” kata Kiai Robikin dalam akun twitter pribadinya, Jumat (15/1). 


Ia menambahkan, sesaat setelah gempa terjadi NU  Peduli langsung bergerak ke lapangan. Beberapa tim masih dalam perjalanan menuju lokasi terdampak gempa bumi di Mamuju dan Majene. 


Kiai Robikin kemudian meminta kepada seluruh pihak, agar tidak memanfaatkan peristiwa tersebut misalnya dengan menyebarkan berita bohong atau ujaran kebencian yang mengakibatkan munculnya masalah baru di tengah-tengah masyarakat. 


“Dengan segala hormat mohon tidak ada pihak-pihak yang memenfaatkan secara salah momentum musibah ini untuk membuat dan menyebarkan hoaks maupun fake news, apalagi ujaran bernada kebencian,” tegas Kiai Robikin. 


Jika belum mampu membantu para korban, lanjutnya, cukup mendoakan mereka. Paling penting masyarakat harus menunjukkan sikap empati dengan baik kepada para korban tersebut. 


Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat (15/1) sekitar pukul 02.30 Wita, gempa susulan dengan getaran lebih kuat, magnitudo 6,2, mengguncang wilayah Sulawesi Barat (Sulbar). Tiga kali gempa susulan yang terasa hingga Kota Makassar dengan durasi lebih lama. 


Sebelumnya, pada Kamis (14/1) gempa dengan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Majene sekitar pukul 14.30 Wita. Saat terjadi gempa susulan, sejumlah warga di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. 


Akibat peristiwa ini kantor ratusan rumah rusak parah termasuk kantor Gubernu Sulbar. Tak hanya itu kini masyarakat Majene dan Mamuju sedang mengungsi ke tempat yang dinilai lebih aman. Sementara beberapa orang dinyatakan meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan bangunan. 


Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Editor: Abdullah Alawi 
 

Posisi Bawah | Youtube NU Online