Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Tim NU Peduli Gelar Ruwatan Alam di Lereng Gunung Semeru

Tim NU Peduli Gelar Ruwatan Alam di Lereng Gunung Semeru
Ketua PCNU Lumajang, Gus Muhammad Mas’ud di acar Ruwatan Alam di lereng gunung Semeru. (Foto: NU Online/Ridwan)
Ketua PCNU Lumajang, Gus Muhammad Mas’ud di acar Ruwatan Alam di lereng gunung Semeru. (Foto: NU Online/Ridwan)

Lumajang, NU Online
Masa darurat bencana Semeru telah lama berakhir, dan kini kehidupan korban erupsi gunung tersebut kembali seperti semula meski tentu masih ada kekurangan dalam berbagai hal. Meski demikian, bukan berarti tidak akan ada lagi bencana susulan karena murka alam tidak bisa ditebak.


Karena itu, Tim NU Peduli Semeru bersama masyarakat dan segenap elemen NU melakukan Ruwatan Alam, Jumat (15/1). Acara tersebut dilakukan di lereng gunung Semeru, tepatnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kebondeli,  Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.


Menurut Ketua PCNU Lumajang, Gus Muhammad Mas’ud, ruwatan tersebut adalah merawat alam, khususnya gunung Semeru agar tidak menimbulkan bencana, bahkan sebaliknya memberikan manfaat bagi masyarakat. Merawat alam dengan istighotsah, pembacaan yasin, tahlil, dan sebagainya. Di sela-sela acara itu juga dilakukan pemberian santunan untuk anak yatim dan pembagian ratusan paket sembako secara simbolis kepada duafa dan warga terdekat.


“Jadi intinya kita berdoa kepada Allah agar kita semua diberi keselamatan dan dijauhi dari bencana. Kita juga bersedekah (memberikan sembako), lidaf’il bala’, untuk menolak bencana,” ujarnya di sela-sela acara.


Di tempat yang sama, Koordinator Tim NU Peduli Semeru, AM. Ridwan menegaskan bahwa sejak lama ruwatan gunung Semeru biasa dilakukan oleh masyarakat setiap Jumat legi. Namun sejak tahun 1981, ruwatan itu sudah tidak ada.


Oleh karena itu, lanjutnya, Tim NU Peduli Semeru mengawali ruwatan alam (gunung Semeru) agar ke depan acara tersebut bisa dihidupkan lagi menjadi tradisi.


“Kan tidak ada salahnya kita berdoa kepada Allah bersama-sama, dan makan bersama, dan juga ada sedekah untuk masyarakat sekitar,” jelas Ridwan.


Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Lumajang tersebut menambahkan, gunung Semeru perlu diruwat dengan harapan tidak menjadikan bencana. Kalaupun meletus diharapkan tidak menimbulkan bahaya, justru lahar yang mengalir dari gunung tersebut dapat bermanfaat untuk kesuburan tanah di samping pasirnya juga menjadi sumber penghasilan masyarakat.


“Meruwat gunung Semeru intinya memohon kepada yang menciptkan Semeru (Allah) agar Semeru tidak berbahaya,” ungkapnya.


Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan LPBINU Lumajang, Bagana, LAZISNU, Muslimat NU, Fatayat NU, Ranting NU Sumberwuluh, MWCNU Candipuro, Pronojiwo, Pasrujambe, Pasirian, MWCNU Tempeh, serta warga sekitar.


Pewarta:  Aryudi A Razaq
Editor: Muhammad Faizin

Posisi Bawah | Youtube NU Online