Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Baru Dibentuk Dua Hari, LPBINU Langsung Bantu Warga Terdampak Bencana di Halmahera Utara

Baru Dibentuk Dua Hari, LPBINU Langsung Bantu Warga Terdampak Bencana di Halmahera Utara
LPBINU Halmahera Utara saat memberikan bantuan (Foto: NU Online/Raushan Rizal)
LPBINU Halmahera Utara saat memberikan bantuan (Foto: NU Online/Raushan Rizal)

Tobelo, NU Online 
Meski baru dibentuk, pada Sabtu akhir pekan kemarin, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, langsung bergerak maju membantu warga korban bencana banjir dan longsor di beberapa titik di Kabupaten Halmahera Utara.

Sebagai tahap awal bantuan berupa 20 sak ukuran 10 kilo gram beras, tikar serta kebutuhan lain, langsung diberikan kepada warga Desa Roko Kecamatan Galela Barat yang sampai Senin kemarin masih mengungsi di gedung pertemuan Gereja Duma.


LPBINU Kabupaten Halmahera Utara Ikhwan Tujang Ketua mengatakan, bantuan yang diberikan berasal dari sumbangan Ketua KPU Kabupaten Halmahera yang juga alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Bendahara LPBI NU Kabupaten Halmahera Utara Imelda S Raha serta donatur.


"Saat diberikan tanggung jawab kami langsung berkoordinasi dan kumpulkan bantuan dari orang-orang terdekat kemudian diserahkan kepada warga korban bencana," tutur dia, Senin (18/1).


Lanjutnya bantuan juga akan diberikan di beberapa korban bencana di wilayah Kecamatan Loloda Utara, "Bantuan kami berikan bertahap karena ada beberapa desa di Kecamatan Loloda Utara yang terisolasi karena banjir juga merusak beberapa jembatan darurat di sana," timpal dia.


Sementara Bendahara LPBINU Kabupaten Halmahera Utara, mengatakan, bantuan yang diberikan tidak seberapa tapi setidaknya dapat mengurangi beban warga yang sedang mengalami bencana.


"Jangan dihitung nilai tapi dilihat bentuk kepedulian kami kepada warga terdampak banjir," tuturnya, Senin (18/1).


Sebaliknya Ramang Tarate yang juga anggota LPBI NU barharap, agar bencana banjir ini segera berakhir sehingga warga dapat kembali ke rumah dan beraktivitas sebagaimana biasanya, "Kami juga berdoa agar banjir segera reda sehingga warga tidak lagi mengungsi," timpal dia.


Sebaliknya, Fridowinan Pali Sekdes Roko mengaku, berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Dirinya mengaku, akan membagikan bantuan tikar untuk dipakai warga untuk alas tidur dan bahan makanan akan diberikan di pihak yang menangani dapur.


"Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Ini sangat membantu kami," tutur dia.


Sebagaimana diketahui, warga mengungsi karena rumahnya masih tergenang dan ada sebagian yang telah rusak karena diterjang amukan banjir. Banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Halut pada 15-16 Januari 2021, menyebabkan 4 kecamatan yakni Kecamatan Kao Barat, Galela Barat, Galela Selatan dan Loloda Utara, mengalami banjir dan longsor.


Sementara korban terdampak di Desa Togawa 61 Kepala Keluarga (KK), Desa Dokulamo 4 KK 15, Desa Roko 313 KK, Desa Soakonora 2 KK, Desa Pitago 45 KK, Desa Bailengit 67 KK, Desa Soamaetek 30 KK, Desa Parseba 115 KK, Desa Tuguis 136 KK, Dusun mekarsari 35 KK dan Desa Ngajam 1 KK.
 

Pewarta: Raushan Rizal
Editor: Abdullah Alawi 

Posisi Bawah | Youtube NU Online