Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download
GEMPA SULBAR

Dampak dan Kondisi Terkini setelah Gempa Sulbar

Dampak dan Kondisi Terkini setelah Gempa Sulbar
Relawan dari Banser mengantar bantuan ke daerah terisolir akibat tanah longsor yang dipicu gempa Sulbar. (Foto: Banser Sulteng)
Relawan dari Banser mengantar bantuan ke daerah terisolir akibat tanah longsor yang dipicu gempa Sulbar. (Foto: Banser Sulteng)

Jakarta, NU Online

Gempa berkekuatan 5.9 SR terjadi di Majene, Sulawesi Barat, pada Kamis (14/1), disusul dengan gempa 6.2 SR pada Jumat (15/1), kemudian 5.0 SR pada Kamis (16/1). Hal itu berdampak besar bagi masyarakat setempat.

 

Dalam Laporan NU Peduli, ada 91 jiwa meninggal dunia, tiga orang hilang, 426 orang luka berat, 240 orang luka sedang, 2.703 orang luka ringan, dan 89.624 orang mengungsi.

 

Gempa juga mengakibatkan satu hotel rusak berat, banyak fasilitas pendidikan dan kesehatan rusak, beberapa kantor pemerintahan rusak dan menyebabkan longsor di lima titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju.

 

Secara rinci, di Kabupaten Majene terdapat 11 orang meninggal dunia, tiga orang hilang, 29.119 orang mengungsi,1.150 unit rumah rusak, tiga unit Puskesmas (Malunda, Salutambung & Ulumanda) rusak berat, satu Kantor Koramil (Malunda) rusak berat, delapan unit masjid rusak, dan 15 unit sekolah rusak.

 

Sementara itu, dampak gempa di Kabupaten Mamuju meliputi 80 orang meninggal dunia, 60.505 orang mengungsi, satu hotel Maleo rusak berat, satu kantor Gubernur Sulawesi Barat rusak berat, satu Minimarket rusak berat, Pelabuhan di Mamuju rusak, Rusun Korem 142/Tatag rusak, dan satu Jembatan Kuning Takandaeng, Tapalang rusak.

 

Unit-unit kesehatan juga mengamami rusak berat. Tercatat, satu RS Mitra Manakarra mengalami rusak berat, satu RSUD Kabupaten Mamuju rusak berat, lima unit Puskesmas (Botteng, Rangas, Binanga, Bambu & Tampa Padang) rusak, dan satu unit Puskesmas Dungkait terdampak.

 

Diperkirakan, nilai kerusakan dan kerugian akibat gempa mencapai Rp206.415.588.200. Adapun jumlah pengungsian di Kabupaten Mamuju terdapat 230 titik, sedangkan di Kabupaten Majene terdapat 20 titik pengungsian.

 

Kondisi terkini

Untuk mengantisipasi potensi risiko penyebaran Covid-19 di lokasi pengungsian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo sejak 17 Januari 2021 lalu meminta lokasi pengungsian kelompok rentan dari sisi usia dan mereka yang berusia muda dipisah.

 

Adapun jalur perhubungan sudah mulai berangsur normal. Bandar udara Mamuju, misalnya, dapat beroperasi secara normal. Pun akses Mamuju-Majene sudah dapat dilalui meskipun sebelumnya terputus akibat gempa.

 

Namun, tidak dengan jalur laut. PT ASDP Indonesia masih menutup operasional Pelabuhan Mamuju, Sulawesi Barat hingga kondisi telah dinilai normal kembali.

 

Selain itu, kebutuhan BBM dan gas dapat dipenuhi, karena SPBU, LPG dan SPBE tidak terdampak sehingga dapat beroperasi secara normal.

 

Ada tiga RS di Kabupaten Mamuju yang saat ini aktif melakukan pelayanan kedaruratan, yaitu, RS Bhayangkara, RS Regional Provinsi Sulawesi Barat, dan RSUD Kabupaten Mamuju. 

 

Saat ini, kelistrikan di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju sudah berangsur normal. Meskipun demikian, ada beberapa wilayah yang masih padam.

 

BPBD Kabupaten Mamuju, Kabupaten Majene, dan Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian serta berkoordinasi dengan TNI-POLRI, BASARNAS dan relawan dari instansi lainnya.

 

Gubernur Sulawesi Barat telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari terhitung dari tanggal 15 Januari 2021 hingga 28 Januari 2021 berdasarkan Surat dengan Nomor 001/Darurat-6B/5/2021.

 

Posko Induk didirikan di lapangan belakang Kantor Gubernur Sulawesi Barat. Pusat pengungsian berada di Stadion Manakarra, Mamuju.

 

Beberapa kendala saat ini adalah (1) Ketersediaan bahan pangan masih sulit, warung makan juga masih banyak yang tutup; (2) Alat transportasi darat untuk distribusi logistik masih sulit ditemukan, sehingga masih banyak penyintas yang belum mendapatkan bantuan.

 

NU Care Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) membuka donasi untuk mendukung dan membantu masyarakat terdampak gempa bumi Sulawesi Barat melalui Rekening BCA: 068 3331926 an. Yay. Lembaga Amil Zakat Infaq & Shadaqah. 

 

Bantuan juga dapat disalurkan dengan mengikuti tautan penggalangan Peduli Bencana di Indonesia NU Care-LAZISNU.

 

Pewarta: Syakir NF
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online