Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Fenomena Langka, Bulan Purnama Berada Tepat di Atas Ka’bah pada 28 Januari

Fenomena Langka, Bulan Purnama Berada Tepat di Atas Ka’bah pada 28 Januari
Bulan purnama akan melintas tepat di atas Ka'bah pada Kamis, 28 Januari mendatang. (Foto: pinterest)
Bulan purnama akan melintas tepat di atas Ka'bah pada Kamis, 28 Januari mendatang. (Foto: pinterest)

Makkah, NU Online
Orang-orang di Makkah, Arab Saudi akan menyaksikan fenomena langit langka pada Kamis, 28 Januari mendatang. Pada saat itu, mereka akan bisa melihat dengan mata telanjang bulan purnama berada tepat di atas Ka’bah—kiblat umat Islam di seluruh penjuru dunia.


Presiden Asosiasi Astronomi Jeddah, Majed Abu Zahira, menjelaskan, bulan purnama akan sejajar secara vertikal dengan Masjidil Haram pada pukul 12.43.34 malam waktu Saudi. Adapun ketinggiannya adalah 89,57,46 derajat dan piringannya diterangi sepenuhnya sebesar 99,9 persen pada jarak 381,125 kilometer dari Bumi.


“Bulan akan terbit dengan matahari terbenam dari ufuk utara atau timur laut, dan terbenam di ufuk utara atau barat laut. Berarti, bulan akan mensimulasi jalur tinggi matahari musim panas setelah enam bulan melalui langit malam, namun di utara Lingkaran Arktik, bulan tetap 24 jam di atas cakrawala, seperti matahari tengah malam di musim panas,” jelas Zahira, dikutip laman Alarabiya, Senin (25/1).


Dia menyebut, bulan akan tetap terlihat di angkasa selama sisa malam itu, hingga matahari pada hari Jumat, 29 Januari terbit. Ia menjelaskan, fenomena langit bisa digunakan—oleh orang-orang yang lokasinya jauh dari Masjidil Haram- untuk mencari arah kiblat (arah menuju Ka’bah) dengan cara yang sederhana. Di antaranya dengan melihat bulan yang dalam waktu tertentu berada tepat di atas Ka’bah, sebagaimana yang terjadi pada Kamis malam waktu Saudi mendatang.  


“Umat Islam yang lokasinya jauh dari Masjidil Haram bisa mengandalkan arah bulan yang mengarah ke Makkah,” ujar Zahira. Menurutnya, cara ini memiliki tingkat akurasi yang sama dengan gawai pintar (smartphone)—ketika mencari arah kiblat. 


Sementara matahari, setiap tahunnya, melintas di atas Ka’bah secara. Peristiwa ini disebut dengan rasydul qiblat dan kerap kali digunakan oleh umat Islam di seluruh dunia, yang jauh dari Masjidil Haram, untuk melihat ulang arah kiblat masjid, musholla, atau rumah-rumah mereka. Pada 2020, matahari berada tepat di atas Ka’bah terjadi pada Rabu, 27 Mei pukul 16.18 WIB. Sementara pada 2019 terjadi pada Senin dan Selasa, 15 dan 16 Juli pukul 16.27 WIB.


Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad

 


 

Posisi Bawah | Youtube NU Online